10/11/2009

Mendung untuk Butong dan Krem...;'(

Selasa, 10 November 2009 17:15, @'Salam'

Sore Hari yang mendung…

Apa yang akan kamu perbuat jika dihadapkan dengan makhluk Tuhan yang sedang mengalami sakaratul maut??...

Langit mendung yang menyelimuti kota Jakarta seakan2 mendukung hari2ku…yaah…to the point aja…aku lagi sedih hari ini…Butong alias kucingku yang baru beberapa hari ini aku dan suamiku pelihara akhirnya mendapati ajalnya…Tadi pagi kutemukan dia mati mengambang di kolam ikan rumah kami…entah kenapa kali kedua aku diperingatkan….kemarin Darti salah (seorang yang membantu dan menemani kami di rumah ini) menemukan butong sedang berusaha menyelamatkan diri untuk memperoleh nafas ke udara karena jatuh ke kolam ikan…dan Darti lah orang yang berusaha membantu untuk menyerok butong yang sedang susah payah berenang dengan menggunakan pancingan ikan..


Entah kenapa bangun tidur aku langsung ingin melihat butong, ternyata dia sedang menggigil di kandangnya dia mengeong tanpa suara, lemah dan menggigil, aku kaget dan menanyakan Darti, dan akhirnya dia bilang padaku bahwa butong terjatuh ke kolam..Fuuih “Butong…syukurlah kamu selamat”…walau aku harus membawanya ke atas jemuran untuk memperoleh cahaya matahari agar tubuhnya hangat dan tak kedinginan…Handuk pun tak mampu meluluhkan rasa dingin butong,,,


Segera kubuatkan susu dan makanan nasi+sarden untuk Butong…yaah butong mengalihkan perhatianku dari suami kemarin pagi yang seharusnya aku membuatkan sarapan pagi untuk beliau,,,dan butong pun membaik dan memperlihatkan keceriaannya, dan suaranya..syukurlah…


Dan tadi aku dikagetkat kembali…sepulang mengantar suamiku ke bandara aku ke kamar sejenak untuk sekedar istirahat sebentar, jam 10.00 pagi tadi tiba2 kuteringat butong, belum ku beri makan dan minum, dan anehnya aku benar2 merasa khawatir akan butong…dan benar kulihat dikandangnya butong tak ada…dan ternyata aku memanggil dia….”Butong!!.....pus…pus…” dan tiba tiba mataku terbelalak di kolam ikan…dan aku langsung kaget dan mengambil butong yang sedang mengambang….aku pun mengambilnya…danku tak percaya dia tidak bernafas lagi…aku terus melakukan pertolongan pertama seperti orang2 yang melakukan tindakan pertama pada korban yang tenggelam…walau aku tak berani untuk memberikan nafas buatan…karena jantung dan perutnya bahkan dirinya tak ada reaksi sama sekali…mataku berlinang dan terus tak percaya akan kejadian itu…kucoba dan kucoba lagi…ternyata butong telah mati….hiks….kucingku yang luchu telah mati….


Tiba2 darti membawa kantong keresek untuk membuang butong,,,aku pun kaget tak biasanya nada bicaraku tinggi terhadap dia…”Darti…jangan dibuang!!, biar saya kubur!!!”…dan akhirnya butong yang ada di tong sampah diambil kembali dan aku terus menggali halaman depan rumahku….hiks…hiks…sedih…hiks….sekarang pun air mataku terlinang kembali..


Selesainya aku mengubur butong, aku mengirim sms pada suamiku untuk memberi kabar matinya butong…namun smsnya pending,,,fuuihh entahlah tak ada org yang bisa diajak bicara…Darti pun hanya diam… Yah sejenak aku terbawa, ternyata aku diingatkan bahwa apapun pasti telah ada ajalnya…mungkin butong lebih aman mati dibanding dipelihara olehku, mungkin itu jalan yang tebaik untuk butong…dan aku pun harus melanjutkan aktivitasku…hari ini rencanaku akan pergi ke tanah abang untuk membeli perabotan RT..dan aku pun mengajak darti agar dia tak sendirian di rumah..karena akhir2 ini sering mati lampu….Ketika di tanah abang report sent sms ku sampai pada suamiku, dan beliaupun membalas :InnaliLLAAHI wa inna ilaiHi raji’un..! Ajalnya sampai sudah, ya sudah umurnya Ly! Kita cari peliharaan lain nanti yah?..dan aku pun merespon smsnya.


Keluar dari tanah abang ternyata jalanan basah selesai diguyur hujan dan beberapa becek, kami pun berjalan dan otw pulang ke rumah, sesampainya depan rumahku… tiba2 aku melihat di rumah tetanggaku kutemukan seekor kucing liar yang selalu mampir untuk tidur di depan teras rumahku, kucing krem dan putih itu biasanya akan kaget dan lari jika aku mendekatinya,,,kufikir dia sedang tidur, lama kuperhatikan ko badannya seolah2 menggeliat kekejangan, dan dia berada disela2 pagar…aku yang tadinya akan masuk ke rumah, tiba2 penasaran akan keadaannya, aku tak ingin kejadian butong terulang lagi karena kelengahan aku…


Dan benar!! kucing krem yang luchu dan ku taksir itu ternyata sedang menghadapi sekarat menuju mati…Ya Allah…beneran aku kaget…sambil berlinang air mata ku bawa dia ke teras rumahku..karena tetangga sebelahku kosong (tak ada penghuninya)..dan ku memanggil Darti tanpa peduliku akan barang2 belanjaan tadi…kusuruh Darti mengambil alcohol, tissue, perban dan betadine…ternyata kondisinya benar2 parah badannya basah terguyur hujan…tulang kaki kanan depannya patah dan menongol ke luar…dan luka2nya di kaki kiri depan pun infeksi dan terdapat banyak belatung….hiks…kasian sekali kamu krem!! :’-(…


Sungguh…aku sudah diingatkan oleh suamiku (walau beliau pun suka akan butong) untuk menjaga diri untuk memelihara kucing, karena virus2 tokso nya (yang sebenernya butong beberapa hari lagi akan diberikan ke kakakku di bandung, dan sementara butong disimpan di belakang rumah boleh masuk rumah tanpa boleh naek2 kursi atau kasur TV)….namun kali ini aku benar2 tak kuasa akan kondisinya…”Ya Allah…aku bener2 ingin menolongnya…”dalam tangis dan jeritan hatiku….entah selintas tentang tokso itu kuabaikan…tiada lain untuk membantunya….:’-(


Kuguyur lukanya dengan alcohol, dan betadine…dan belatung dalam lukanya pun menggeliat…Krem awalnya menggeliat kaget kesakitan namun selanjutnya dia sepertinya menyerahkan kepercayaannya padaku untuk mengatasi luka-lukanya…yaah Krem sangat kooperatif walau ketika sehat dan lincah dia begitu jual mahalnya terhadapku..…aku tak tau harus bagaimana mengatasi tulangnya yang keluar…dan aku hanya membalutnya dengan beberapa lembar tissue dan betadine lalu mengkaretinya, begitupun dengan luka di kaki kirinya….aku gemas dengan belatung itu…harus ada yang dikorbankan antara krem dan belatung itu…akhirnya aku memilih membunuh belatung2 itu dengan alcohol, tak mempan kuberi garam (kufikir dia bakalan mati kayak cacing kalo dikasih garam,,eh ternyata malah nari2 tanpa mati…eh akhirnya belatung kalah sama betadine)… walau aku jijik sama belatung…yah aku tak berani memegang krem secara langsung…dengan menggunakan media tissue dan hamper setengah bungkus kuhabiskan untuk si Krem…. Aku pernah mendengar bahwa jika ada binatang yang sedang sekarat dan menjelang mati…sebaiknya kita membunuhnya dibanding dia menderita akan sakitnya…namun aku tadi tak tahu harus berbuat apa…sekarang apa yang harus kuperbuat?? Kulihat kucing itu perdetik ini tak bergerak sama sekali…namun nafasnya masih aktif…dan dia seperti tidur lemah….?????


Hiks…semoga aku tidak meratapi ini semua…tapi kenapa yah aku seperti merasakan apa yang sedang dia rasakan…kesakitan yang luar biasa….


Hari ini butong sampai ajalnya, dan Krem,,sedang dalam masa lemah tak berdaya…. Krem ayo kamu bisa!!! Jika umur kamu masih panjang, kamu pasti bisa bertahan hidup!!!....Semoga kamu lekas sembuh Krem!!…”Ya Allah berilah kekuatan pada Krem…dan jalan yang terbaik yang Engkau lebih mengetahuinya….”


Butong “Kamu kucing yang luchu yang pernah kusentuh…pertemuan yang sebentar”….

Krem “Ayo berjuang!!...semoga kamu bisa melawan kesakitanmu”

Nb.: entah kenapa jadi pengen mulai mendokumentasikan apa yang terjadi dalam keseharian aku……
Ya Allah beri aku pelajaran dari setiap kejadian, dan bantu aku untuk memahami…



Butong Lagi Tidur..



Butong Mati Tenggelem...




Krem Sekarat...Akibat.... [Kurang Tau...ditemuin udah kondisi parah]


wassalaam
dzihni firuz