@Home,,, Salam...Kebon Jeruk,,,
Salaam...
sambil ngedengerin judul lagunya Radio Head “No Suprise”..tiba2 aja aku langsung buka MS Word dan “jrenkk…pengen nuliss!!! Kangen banget dengan nulis, setelah otak dan jemariku di kerangkeng selama kurang lebih satu tahun…hmmm lebaynya diriku ini.…Radio Head n lagunya Creed “One last Breath” tiba2 membuka memory otakku untuk flash back ke masa2 lalu…sayang…aku ga sempet nulis tentang temenku…yah …beliau telah meninggalkanku terlebih dahulu di dunia ini….
Obi…Mr. Obi…Cobian…saduran dari Kurt Cobain…temanku itu seakan memanggilku untuk mengingatkanku kembali,,,Obi…sewaktu smu beliau adalah teman yang menyenangkan, mascot kelas, selalu menghibur teman2 disekitarnya…terkadang aku terinspirasi oleh beliau karena gaya dan style dia bergaul…”GRUNGE abissh!”..walaupun kali ini aku tidak membahas tentang aliran music yang selalu dibawa oleh bandnya nirvana, foo fighter, silverchair, or whatever else…
Kini statusnya menjadi almarhum…sulit memang ketika awal aku mendengar kabar beliau meninggal…seakan2 tak pernah menyangka ini semua… ketika aku sibuk bekerja, sore itu aku menerima kabar via telepon..Yah..adikku yang memberitahuku mengenai kabar ini….pertama2 aku tak percaya “Innalillaahi wa innalillahi rojiuun…ah…becanda kamu An!!...jangan becanda keterlaluan gitu deh!!”…aku tak pernah mendengar ekspresi adikku ketika mendengar beliau menceritakan tentang kepergian Obi… Yah dia mengetahui ini semua dari Dika…tetanggaku yang juga mengenal almarhum...bahkan adikku berkata ”An ga nyangka Lint…Obi yang bodor, yang jago nge band…anaknya supel, ramah ke siapa aja…ko bisa yah dia dikasih umur sampe segitu??.. akhirnya aku percaya bahwa adikku tak bercanda…aku hanya bisa tercengang dan terdiam…tiba2 teguran Yohan menyadarkanku…Aku lemas…. setelah menutup telepon dari adikku ini beberapa menit aku terdiam…
Berita itu tak membuat aku sadar bahwa aku berada di antara rekan2 kerja dalam satu ruangan…Yah seperti biasa wajah tak kontrol terpancar dan air mata terlinang, dan syukurlah rekan2 kerja ku tak menyadarinya karena masing2 sibuk akan banyaknya pekerjaan hasil disposisi atasan…
Awalnya Kota Bekasi menjadi tempat kita saling berbagi pengalaman terutama bagi anak Bandung yang bekerja di kota metropolitan..Ketika aku sendiri, seorang fresh graduate yang ternyata ditakdirkan untuk bekerja di sebuah instansi perusahaan yang cenderung merupakan dunia yang baru bagiku..Kostan dengan ruangan persegi empat sebagai tempat pelabuhanku pada masa2 Job Training sepulang dari kantor, Tiba-tiba Obi menghubungi via call dengan semangat dan gaya berbicara yang menurutku tampak berbeda dibanding kita duduk dibangku SMU dulu, cara penyampaiannya yang tak asal, gaya bicaranya yang tampak bijaksana walau masih disisipi celotehan dan candaan yang tampak hati-hati.
“Hey Lint pakabar yeuh??gimana hari ini kerjaannya??”..yah masih kuingat awal kalimat yang terucap olehnya…dari sana akhirnya kita bisa bercerita tentang pengalaman masing2..tentang kabar pulang ke Bandung waktu weekend, keberadaan teman2 kostannya, tentang banjir di kostannya, tentang cerita beliau bangun subuh dan membangunkan teman2nya untuk sholat berjamaah..yah…obrolan yang tampak berbeda…tak kusangka yang dahulu ketika sedang berkumpul beliau gemar membicarakan topic lagu dan kunci-kunci nada pada guitar yang dimainkan pada saat ngeband..dan kini beliau tampak berbeda.
Sepindahku dari Bekasi untuk penempatan kerja ke Jakarta tak membuat kita putus komunikasi..Tanpa teman (walau teman2 baru hadir dalam kehidupanku dan butuh proses adaptasi dalam mengenal), jauh dari keluarga, dan semua diusahakan untuk belajar mandiri…membuat peristiwa demi peristiwa harian menjadi topic diskusi,, setidaknya Obi datang sebagai teman sharing…tak lebih dari itu..
Sering dalam telefonnya Obi seperti orang sibuk, menyapa si ‘A’...dua menit kemudian menyapa si ‘B’ dan si ‘C’ bahkan beberapa orang disapa dan diajak ngobrol..dan ketika kutanya “siapa itu teh Bi??” dia menjawab “itu satpam kantor”…lalu celetukku ”Obi…Obi…dasar kamu teh artis yang tak dikenal di dunia infotainment…”..dan dia pun tertawa…
Beberapa bulan kita saling berkomunikasi, tidak menutup kemungkinan beliau ingin mengenal teman2 dekatku dan akhirnya teman sekostan ku pun serasa sudah mengenal Obi sejak lama karena sifat supelnya dan sifat beliau yang selalu ingin menambah teman berlanjut untuk mengajak aku dan teman kostanku bertemu dan bermain di kota Jakarta..
Memang akhir2 ini Obi tak pernah menghubungiku lagi, anehnya aku terbawa rutinitas pekerjaan dan sehingga tak pernah menyadari bahwa Obi menghilang dari peredaran …suatu hari di hari jumat dalam perjalanan pulang kantor (hari dimana keesokannya adalah waktu untuk weekend dan istirahat) aku menghubunginya dan menanyakan kabarnya “Kamana wae atuh Obi? Sehat?” (~kemana aja Obi? Sehat?`) dan beliau menjawab dengan nada tampak kalem dan ramah ”Alhamdulillah Lint…met weekend ya” blablabla…hanya beberapa menit yang singkat aku menyudahi pembicaraan “eh Bi..ntar olint telp lagi ya, insya Allah…Soalnya ini lagi dijalan”…dan saat itu aku pun lupa untuk menghubunginya kembali…
Dan itu adalah moment terakhir aku bicara dengannya,,hari berganti minggu hingga berganti bulan Obi serasa hilang dalam hari2ku…aku tak mengetahui bahwa beliau ternyata sedang menderita sakit….luapan pekerjaan yang menyita waktuku untuk lembur dikantor mendominasi diriku sehingga membuatku letih sepulang kantor dan bergegas untuk segera istirahat…selintas aku terfikir “Si Obi apakabar nya ya??” hatiku pun mengusulkan untuk ingin menghubungi beliau untuk menanyai kondisinya…namun entah rasa apa yang berkata padaku “entar aja lah pas lagi luang”…dan itu sempat menjadi rasa sesalku sesaat setelah kepergiannya….rasa sesal yang tak pernah datang diawal..
Suatu hari beberapa bulan sepeninggal Obi,..tiba2 ku bermimpi melihat almarhum dari kejauhan dan paginya setelah shalat berjamaah aku minta kepada suamiku untuk berdoa dan mengirimkan al-Fatihah untuk almarhum…Dan beberapa bulan kemarin ketika tidur, aku bermimpi bertemu dengannya…seakan nyata, dan beliau seolah2 ingin menceritakan sesuatu padaku….tanpa kata namun syarat makna…entahlah…dan paginya aku segera beranjak…”Ya Allah… sengaja kukirimkan surat Yasin ini untuk sahabatku almarhum Obi…ampuni segala dosa-dosanya,,,terimalah segala amal shalehnya,,dan mudahkanlah perjalanan beliau untuk bertemu denganMu…. ”
Dan itu tinggalah kenangan.. Jasad akan kembali kepada bumi, Jiwa akan Menemui Tuhannya..dan amal shalih menjadi teman sejati dalam perjalanannya….
Sekedar mengutip ayat dalam Quran Surat Al-‘Araaf 7:34 :
Tiap-tiap umat mempunyai ajal; maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.(QS. 7:34)
NB :
Sebuah tulisan singkat untuk sahabatku…Bian Febrian (alm)..
mohon maaf bila ada kalimat yang kurang berkenan di hati sahabats….
Semoga Bermanfaat....
wasalam
dzihni firuz
0 komentar:
Post a Comment