12/26/2008

The Big Family of Sharia Division



Kangeeeennn!!!..Sudah beberapa bulan ini aku tak pernah bercinta dengan software aplikasi yang dengan senang hati bersedia meluangkan sheetnya untuk aku tulisi…(hmm…hehe…Canggung juga,,,mesti meluangkan waktu untuk beradaptasi lagi dengan 'tulisan ala Lona'…)

Lona…
yups nama yang asing bagiku ketika pertama kali kudengar seseorang memanggilku dengan sebutan Lona…Bapak Haji Arman…Rekan kerja seniorku dan lebih dahulu menempuh jam terbang selama hampir 20 tahun beliau bekerja di perusahaan tempat aku bekerja,, beliau entah mendapat inspirasi dari mana bisa memanggilku dengan nama Lona, Ocha untuk Icha, dan Hera untuk Mba Fera…Aku sendiri kaget, ketika dengan yakinnya pa Haji memanggilku berkali-kali dan mengajak diskusi mengenai pengadaan cek dan deposito.."Lona, kalo sekarang butuh form2, KCS dan KLS bisa kontak ke Bapak ya, nanti urusan ke DLOG tinggal saya yang urusin…yah Lon"…hehe…aku hanya bisa tersenyum, apalagi dengan rekan kerjaku yang berada dalam satu ruangan denganku, mereka hanya bisa tertawa tergelitik seakan asing ketika mendengar nama yang dilontarkan Pa Haji untukku.

Entah dari mana ide Lona itu…dan kini aku pun tersenyum….

Hampir setahun aku bekerja di sebuah instansi perbankan…semakin kesini dan persaat ini lingkungan tempat kerjaku cukup kondusif…awal-awal aku masuk, aku masih harus berusaha beradaptasi dengan semua yang menyangkut dengan rutinitas dan pekerjaan, aku masih new comers mengenai istilah2 baru perbankan, etika perusahaan, dan hal lainnya. Aku pun harus berusaha berkomunikasi dengan orang-orang baru (yang sebenarnya untuk hal yang berbau "formal" seperti itu adalah hal yang …kalo boleh jujur….bukan "gw banget" lah istilahnya-----), entah kenapa pertama kali aku bekerja, aku langsung dimasukkan ke bagian pendanaan yang salah satu kegiatannya adalah mempromosikan corporate image dan produk kepada orang banyak untuk menghimpun DPK, dan otomatis aku harus berusaha membuka relasi dan link dengan orang, vendor atau lembaga2 instansi lainnya.

Awalnya bagiku pekerjaan ini sangat sulit, karena basic kuliahku tidak berkaitan dengan bisnis, mungkin aku lebih ke support system alias bagian yang berbau dengan teknik, tapi seiring berjalannya waktu, pekerjaan ini harus aku nikmati, mottoku sampai saat ini adalah STOP MENGELUH!!!..n DO THE BEST!!! Dilanjutkan dengan kata yang mengisnpirasi diriku untuk selalu bersemangat dalam menghadapi segala sesuatu yang baru. Dan “CAHHYOO!!” adalah kata ala Lona yang kuambil dan diadopsi dari kata “CIAYOO!!” sepengetahuanku kata itu telontar dari orang Taiwan yang memiliki arti “semangat”. Bagiku sebuah kata “CAHYOO!!” bukan hanya asbun (~asal bunyi) aku lontarkan, selain mempunyai arti “Semangat” aku menemukan makna yang lebih dalam dari itu, yaitu “Cahaya”…hmm…Cahyo dalam arti Jawa adalah “Cahaya”…dan aku memadu padankan satu kata itu yang berarti “Cahaya yang memberikan spirit!!” dan Cahaya itu berasal dari Sumber Segala Cahaya, yang Maha Pemberi Kekuatan…Dialah Allah…yang telah menghadirkan semuanya di dalam kehidupanku…Sang Pemilik Cahaya yang dengan keberadaanNya bisa membuatku bersemangat dalam menjalankan apa yang dihadirkanNya..

Hmmm…Sekilas tentang “Cahyo” ^_^…



Jumat, 26 Desember 2008 09:42 pm @ kostan..
Divisi Syariah…DSYA, suasana kerja yang jarang kutemui, entah sampai kapan elemen-elemen itu akan melekat dibenakku..dan malam ini aku sedang mengenangnya,, canda tawa, celetukan rekan-rekan, suasana sibuk dan santai, bahkan suasana ketika akan berhadapan ke ruangannya Pa Zon ataupun Pa Hanan, dan aku salut dengan kekompakan mereka..setiap diantara kita akan dipanggil menghadap Pa Zon atau Pa Hanan, rekan yang lain dengan dukungannya mengatakan "Semangat!!!" atau "Cahhyoo!!"..seakan2 kita akan menghadapi sesuatu yang menggemparkan jiwa dan raga (lebay sekali diriku ini…)…Tapi aku salut dengan warna mereka…masing2 personil DSYA memiliki warna yang unik.. Karakter yang bervariasi dan ketika dipertemukan menjadi suatu yang mix n match.

Aku belajar dari seorang Ibu Willy, seorang Ibu yang berperan sebagai pemimpin dan Ibu bagi keluarganya, dibalik sosok kepemimpinannya terdapat aura keibuan, pembawaannya begitu tenang, wawasannya yang luas, dan pengalamannya yang banyak, bahkan di setiap beliau memberi arahan ,masukan dan kultum, perkataannya selalu terstruktur dan mengena.

Aku belajar dari seorang Pa Zon, seorang pemimpin sekaligus motivator, perkataannya begitu bersemangat, dibalik itu aku membaca niat terpuji beliau untuk membuat bawahannya menjadi “seseorang”, sering kudengar maksud beliau ingin mengkader bawahannya..melihat hal itu aku salut dengan profesionalisme beliau dibalik aksen sumatra nya yang kental.

Aku belajar dari seorang Pa Didi dibalik rutinitas pekerjaannya yang saat ini aku rasakan tanpanya, beliau tidak pernah mengeluh, marah, dan tetap tersenyum, sabar ketika menghadapi staff seperti aku yang masih membutuhkan bimbingan, tak pernah membicarakan kekurangan orang lain..Dan menurutku, penghargaan untuk “Customer Service” terbaik itu tidak salah jika ditujukan untuk Pa Didi.

Aku belajar dari seorang Pa Amtsal, seorang bapak yang dicintai keluarga dan banyak orang. Seorang Bapak yang mempunyai ide-ide cerdas, mandiri, pencari solusi ketika bawahannya menghadapi persoalan, ringan tangan dan pemurah, seorang kepala seksi yang tidak jaim (jaga image) di hadapan staf2nya, pembawa suasana ceria, namun ketika beliau dilimpahi banyak persoalan dan pekerjaan, secara otomatis (yang kalo dalam istilah perpanjangan deposito adalah ARO) kita tidak berani untuk mengganggunya..keseluruhan beliau adalah sosok yang dicintai.

Aku belajar dari seorang Pa Jauzan yang tak pernah marah dengan versi candaan 17 tahun dan 21 tahun keatas yang efek dari perkataannya yaitu fase pertama selalu membuat orang disekitarnya tersenyum dan fase selanjutnya membuat orang tertawa terpingkal2…Mr. Jauzan : Have a good sense of humor…

Aku belajar dari seorang Pa Hanan yang secara tidak langsung mengajariku untuk selalu kuat, sabar, terkadang di sela-sela jam istirahat beliau datang keruangan dan selalu bercerita mengenai keluarga dan pengalamannya, dan terkadang pula dibalik perkataannya, beliau seakan-akan memiliki six sense ketika membaca tentang diriku,

Aku belajar dari pa Eko, Bapak dari si kembar yang memiliki semangat bekerja yang baik dan rela lembur, jika beliau membuat memo selalu lolos, kalimatnya terstruktur dan mendapat pujian Pa Zon, sosok yang bijak, dan selalu membaur dengan siapa pun..

Aku belajar dari Pa Sandy – seorang legal yang bekerja dikantor dan masih memiliki semangat wiraswasta untuk mencari penghasilan dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.

Aku belajar dari Mba Fera yang selalu memberiku masukan dan mengajariku bahwa dalam berfikir kita harus realistis.

Aku belajar dari Pa Cuk yang selalu ceria, luchu dan begitu sumringah ketika ada yang memanggilnya “Bapak Ganteng”,

Aku belajar dari Pa Herry dengan senyumnya, beliau tidak pernah mengeluh ketika menghadapi sakit, tidak pernah mengeluh ketika disodorkan sederetan komplain cabang untuk melayani kepentingan cabang.

Aku belajar dari Pa Irwan, yang ketika kuperhatikan dalam kultum pembahasan beliau lebih mengulas esensi, Aku belajar dari Pa Pet yang cenderung tidak banyak berkata-kata, beliau memiliki keluarga yang tampak bersahaja, Pa Agus yang bisa multi tasking dalam bekerja, Mas Asri yang pintar dan kuperhatikan makannya banyak juga hehe…

Aku belajar dari Mba Gadis yang selalu membawa suasana positif untuk sekitar, beliau selalu netral ketika dihadapkan oleh berbagai persoalan.

Aku belajar dari mba Candra yang pembawaanya selalu ceria, luchu, penuh tawa dan menarik ketika berbicara dengan logat jawanya.

Mba Tina yang selalu heboh dan terkadang membuatku tersenyum akan tindakannya, dibalik kehebohannya ternyata beliau seorang yang perhatian.

Pa Tri yang masih memiliki semangat muda dalam bidang music, setelah kudengar beliau memainkan music,,,hmmm…aku salut…suara nya pun rocker abis…kapan ya aku bisa bermain music dengan beliau lagi??, lagu ungu dan lagu What’s Upz nya Non Blondes.



Dan tiba waktunya perhatianku teralih pada team jarang:

Sabtu 26 Desember 2008, 00:08 pagi.

Mengingat celotehan mereka membuatku tersenyum, rindu akan suasana itu…entah apakah nanti aku akan menghadapi suasana seperti itu di dalam ruangan persegi panjang yang penghuninya didominasi sebagian besar anak muda yang masih memiliki jiwa semangat dalam bekerja, pintar dan cerdas namun masih membutuhkan arahan yang terstruktur.

Pada umumnya mereka mempunyai warna yang unik, masing-masing mempunyai selera humor yang berbeda, kegaringan bahkan jayusnya anak2 membuatku kangen…^_^

Aku mengenal Mas Jimmy, walau awalnya melamar sebagai staff administrasi, beliau bisa belajar untuk menjadi analis pembiayaan, anak yang cerdas, mau membantu, dan memiliki potensi untuk maju.

Aku mengenal Kang Cecep dengan pembawaan yang tenang, kalem, jarang kudengar beliau mengeluh, seorang yang baik hati.

Aku melihat Icha yang slowly but sure,, bekerja dengan rapih, berkata dengan lemah lembut sampai pa Zon yang berencana menggebu2 menasihati beliau, bisa reda ketika melihat raut mukanya Icha…hehe

Aku mengenal mas Ari, dengan pengetahuan “gokil”nya membuat anak2 sekitar tak habis fikir dengan celotehan, sikap, dan yang paling fenomenal bagiku adalah suara kentut yang di download beliau untuk ditunjukkan kepada anak2 sebagai bahan tertawaan, dan buktinya kita bisa tertawa terpingkal2 dengan suara kentutnya…entah apakah itu kentut mas Ari atau bukan…(peace^_^V)

Aku mengenal Linda yang masih imut, tak terlihat walau diantara kita, beliau dijuluki kakak pertama, memiliki candaan yang berkarakter,,hehe,,terkadang kita senang mendengar suaranya yang khas…masih kuingat suaranya ketika linda menyebut kata “gendoong”, beliau selalu dijodoh2kan dengan orang lain, apa karena keinginannya menikah atau statusnya yang masih jomblo, allahualam…dibalik candaannya, Linda seorang yang perhatian…entah hal2 kecil dalam menghemat sendok/piring agar pa Salikin dan bank Udin tidak cape mencuci piring.

Aku mengenal mas Agung dengan kalimat “so sweet” versi jawa, setiap menghidupkan MP3 always lagu yang disettle selalu itu-itu saja…hehe..membuat aku tertawa..dan berfikir apakah beliau belajar menghafal ataukah memang stok lagunya yang terbatas, mas Agung yang membantu stabilisasi penghabisan makanan, namun beliau dengan baik hati terkadang menyediakan bebek merahnya untuk aku tumpangi jika pulang lembur…

Aku mengenal Dewi yang dipercaya ditempatkan sebagai staffnya Pa Cuk, tak pernah kusangka suaranya sangat bagus ketika beliau membaca naskah di peringatan Upacara hari Ibu.

Aku mengenal Suryo yang hingga saat ini belum mengeluarkan kata2 lebih dari 5000 kata dalam sehari..Anak yang pendiam..

Aku mengenal Evrien..anak yang tak bisa kuungkapkan oleh kata-kata…tapi kuungkupkan oleh paragraph…Evrien yang selalu mengkonversi suasana beku menjadi cair …pertama kali kukenal ternyata aku bisa menjadi partner dengan beliau…entah partner dalam Fam Gath, partner Rapat, partner membuat rencana kerja, partner sharing, partner sms-an walau dalam satu ruangan (sepertinya dia tukang pulsa), dan juga partner bareng Nge MC ketika mengisi acara FES..,

Aku mengenal Affa, rekrutmen yang rencananya akan ditempatkan di KCS Cilegon, teman yang selalu siap membantu pada event2 dan penggemar paha ayam

Dini calon anaknya pa Amtsal di Balik Papan…

Pindah ke Pantry :
Aku melihat Pa Salikin, dengan logat Betawinya…membuatku selalu tersenyum

Aku melihat Bang Udin alias Naruto, anak pertama dari dua bersaudara…dengan usianya yang lebih muda dariku, beliau diberikan rasa semangat berjuang untuk bekerja diusianya yang masih cukup muda

Pagi ini aku pun mengenang mereka…”team jadul” dan “team jarang”, suasana kantor yang jarang kutemui sebelumnya..

Dan kini entah hari-hari nanti aku seperti menjalankan siklus hidup yang tak pernah aku kira sebelumnya..

"Orang itu adalah putra waktu....
Ia harus mengerjakan apa yang harus dikerjakan hari ini....
Tidak pusing terhadap masa lalu...dan tidak risau terhadap masa depan.."....
Ya Allah terimakasih…atas semua yang dihadirkan kedalam hidupku ini semua atas izinMu sehingga aku bisa menjadi belajar dan lebih belajar…
Dan hari ini, aku berfikir….ternyata apapun tebakan atau perkiraan tentang kita akan masa depan,,,itu justru sebuah “MiSteRi daRi Allah”…..entahlah..sosok2 yang pernah hadir didalam kehidupan yang lalu…apakah akan selalu muncul dalam perjalanan waktu selanjutnya…ataukah akan menghilang tertelan waktu??
…semoga waktu kan menjawab ini semua…


wasalam
dzihni firuz

12/16/2008

Toko 6 lantai


Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di kota New Yorkdimana wanita dapat memilih suami.Diantara instruksi2 yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut.
"Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI"
Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami.Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelaki tersebut. Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan. Kamu dapat memilih lelaki di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untukkeluar dari toko..
Lalu, seorang wanita pun pergi ke toko "suami" tersebut untuk mencari suami..
Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 1 :
Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan
Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 2 :
Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,dan senang anak kecil
Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 3 :
Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,senang anak kecil dan cakep banget.
" Wow", tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.
Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan
Lantai 4 :
Lelaki di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat padaTuhan, senang anak kecil, cakep banget dan suka membantu pekerjaanrumah.
"Ya ampun !" Dia berseru, "Aku hampir tak percaya"
Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 5 :
Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,senang anak kecil, cakep banget, suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis.
Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali kelantai 6
dan terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 6 :
Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012.
Tidak ada lelakidi lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas.
Terima kasih telah berbelanja di toko "Suami".
Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.
(dapet milist dari temen)...hmmm...
wasalam
dzihni firuz