9 juni 07, 05:31:56
Minggu, 10 juni 2007 merupakan hari yang bersejarah bagi kedua pasangan yang usianya berbeda hampir tujuh tahun. Sosok pendatang lama ( 5 tahun menjalin pertemanan – red ) yang tidak asing lagi bagi kita, kini telah melepas masa lajangnya dengan menggelar acara pernikahan di sebuah gedung BULOG yang bertempat di Jl. Sukarno Hatta No 711 A Bandung.
Mira Megawati kini telah dipasangkan dengan sosok pria yang akan menjadi calon suaminya (pertanggal sampai 9 juni 2007 -red) yang kini mulai diketahui identitasnya yang berinisial a’ AI . Detik-detik yang menentukan membuat jantung Mira semakin berdetak kencang.
Gadis yang kerap disapa mirots, mba, atau balik lagi ke nama aslinya Mira ini ketika ditemui oleh beberapa temannya mengatakan bahwa dirinya sedikitpun tidak merasa deg-degan, gugup atau panas dingin, tetapi ketika tim kami terus mengintrogerasinya, diperoleh data bahwa perasaan deg2an itu ternyata bukan sedikit, malahan banyak.
Isue tentang siapa yang akan menjadi calon suami Mira selama ini, ternyata terjawab sudah dengan dihadirkannya sosok a Ahmad Irfan sebagai pendamping hidupnya. Dan berita tentang kesimpang siuran tentang statusnya yang single kini tergantikan sudah, Mira pun kini menjadi seorang istri dari a Ahmad Irfan dan mau tidak mau mulai menghadapi posisi yang baru dalam hidupnya.
Menurut pakar pernikahaan yang terdapat di buku-buku ( sumber beli buku: Gramedia, istek, toko buku, dll - red) menjadi seorang istri memang sangat tidak mudah dikarenakan jabatan baru mulai berlaku bagi seorang yang sudah valid dalam akad nikah. Moment ini bahkan dapat membuat setiap pasangan baru membuat terobosan perencanaan dalam jangka waktu ke depan.
Selain harus mengganti marriage statusnya di profile situs friendster, Mira yang pintar pemrograman ini diamanahi sebuah tanggung jawab besar. Bukan hanya fungsi seorang suami yang tidak mudah, dalam hal ini fungsi seorang istri dalam kehidupan rumah tangga sangat dibutuhkan untuk menentukan kehidupan selanjutnya.
Peristiwa ini ternyata membuat dampak tersendiri bagi beberapa sahabatnya. Salah seorang diantaranya yaitu vika, sempat tertawa sendirian ketika memikirkan Mira akan menikah. Ike salah satu pelopor pernikahan dini pun sempat kaget dengan keputusan yang terkesan cepat ini. Nimas pun dibuat shock dan rela untuk menempuh perjalanan dari Cimahi menuju Bandung hanya untuk melihat bukti undangan tentang kebenaran pernikahan ini. Sedangkan Olint, hanya bisa terdiam dan membisu ( hehe- red).
Pendapat yang mencenangkan dikarenakan prediksinya yang cukup jitu, yaitu ungkapan seorang ibu yang bernama Ibu Lina ( ibunya vika- red ) yang akrab dipanggil mamah. “Mamah gak nyangka, ternyata sifat yang unik-unik cepet nikah yah, pertama ike yang tomboy n gesit dulu yang nikah, eh ternyata mira yang kebalikan dari sifatnya ike nyusul juga” ujar mamah yang turut berbahagia atas pernikahan ini.
Detik-detik Pernikahan
Pernikahan merupakan salah satu siklus yang tidak bisa dianggap remeh dalam kehidupan. Ini merupakan suatu Miitsaaqan Ghaliizan (perjanjian yang kuat) di QS 4:21 yang memang mempunyai kedudukan tersendiri. Bahkan di sebuah hadist pun pernikahan merupakan proses pencapaian ½ Din kita. Dan hadist tersebut mempunyai nilai sakral yang memang tidak mudah untuk dilakukan, makna yang cukup esensial.
Pernikahan idealnya merupakan penyatuan dua jiwa, menggabungkan dua karakter yang berbeda, pengungkapan dua pemikiran yang bervariasi, dan pembersihan serta peleburan setiap kekurangan. Dan uniknya disini dibutuhkan usaha yang besar-besaran untuk saling memahami dan menerima, bahkan memperbaiki kekurangan tersebut.
Bahasa informal tentang pernikahan…
Sekarang bukan Koran-koranan lagi ya, soalnya terlalu formal n mungkin bacanya malah jadi bosen n dijadiin sebagai artikel biasa… nah di paragraph ini…kalimat2nya tertuang sebagai ungkapan yang terdalam dari kita buat mira….
Kita tahu, selama 5 tahun kita temenan…pasti ada asam manis pengalaman kehidupan. yang ketika mengenal dibutuhkan rasa toleransi untuk saling memahami sifat masing-masing. Dari dulu sampai sekarang mungkin kalau diceritakan dengan detil gak akan muat dalam beberapa lembar…hanya catatan malaikat yang paling detil yang mencatat apa yang kita lakukan.
Bukan sesuatu yang baik, ketika kita membicarakan sesuatu kekurangan tentang seseorang. Dan bukan sesuatu yang baik pula, jika kita menutup telinga ketika ada orang yang mengungkapkan penilaian yang kurang tentang diri kita…karena kekurangan dan kelebihan sangat lumrah. Namun alangkah baiknya, jika sebuah pertemanan bukan sekedar menutup ketidaksempurnaan kita dengan kelebihan-kelebihan yang ada.
Seorang sahabat yang baik, bukan sekedar memuji akan kelebihan2..pujian itulah yang justru akan menutupi yang sebenarnya di dalam diri kita terdapat kelemahan. Justru seorang sahabat yang terbaik adalah sahabat yang bisa menjadi cermin yang jujur tentang diri kita. Cermin tak pernah berbohong..ketika kita ada kekurangan atau cacat di tubuh kita, cerminlah yang secara jujur dan real mengapresiasikan tentang kita ketika kita sedang bercermin.
Jujur, masing-masing dari kita semua banyak sekali kekurangan. Mungkin dikarenakan ini merupakan moment yang paling tepat dalam mengeluarkan apa yang ada di dalam benak kita, tentunya sebagai orang yang mungkin cukup mengenal mira, walau tidak bisa dibandingkan dengan keluarga.
Sungguh kita mohon maaf, jika dalam setiap untaian kalimat banyak yang tidak berkenan di hati. Namun, kita jadi berfikir juga..kapan lagi kita bisa sejujur ini mengeluarkan apa yang ada di dalam diri masing2..karena satu alasan yang kuat yaitu ‘kita sayang mira’.
Ada sebuah kekhawatiran atau perasaan yang orang sunda bilang ‘Nyaah’…apalagi ke seorang sahabat yang baik hati ini…dikarenakan hal yang prinsipil dan mendarah daging. Karakter yang sudah menjadi watak memang sulit untuk berubah, namun mengapa tidak jika perubahan ini menghasilkan indikasi yang sangat baik dan manfaat.
Dikarenakan moment yang tepat karena mira bukan lagi seorang anak, tapi seorang istri dari orang yang akan berjalan untuk mengisi waktu bersama-sama…
Mir, rumah tangga itu bukan sekedar bareng-bareng, ( makan bareng, tidur bareng, ibadah bareng, dll)..tapi lebih krusial dari itu…rumah tangga itu akan berwarna dan bermakna…yang insya Allah berkah, jika setiap aspek kegiatan kita dijadikan bahan persembahan kita kepada Allah..yah kalimat standar…yang sungguh sangat tidak mudah dalam mengerjakannya…
Pemikiran ‘simple’ bukan berarti kita mempermasalahkan itu dan menuntut mira untuk berfikir ruwet..pemikiran itu baik, namun jika ditempatkan pada kondisi yang tepat..Tidak selamanya yang kita hadapi harus dengan ‘simple’. Simple di sini yang kita maksud, adalah menganggap semua itu enteng..gimana nanti, yang seakan2 tidak ada usaha maksimal yang telah kita lakukan.
Apalagi ketika menjadi istri, pekerjaan rumah tangga itu cukup penting. Bukan karena pemikiran ‘simple’, - “gampang ko, ntar ada pembantu” atau “selama masih simple kenapa harus susah-susah”..jika itu anggapannya..”yah buat apa ada istri?”..apa sekedar sebagai orang menemani saja? Membantu membuat program? ..tidak, kecuali memang suami hanya menyuruh mira membuat program. Dibutuhkan kedewasaan, pemikiran yang bijak, kepekaan terhadap urusan rumah tangga, pelayanan yang terbaik dalam aspek lahir maupun bathin.
Kepekaan? Maksudnya?..ketika ada baju yang kotor, sampah yang berserakan di kamar, atau pun piring yang tertumpuk..kita sering mengandalkan orang lain untuk melakukan itu. Peka di sini, mungkin mira bisa ngambil kesimpulan…ketika kita masih mengandalkan sepenuhnya ke ibu dalam urusan rumah tangga..disitu dibutuhkan kepekaan, apalagi sekarang yang menjabat seorang istri dari suami mira adalah mira sendiri, bukan ibu. Bukan sekedar membuat nasi, membuat teh atau kopi, memasak, tapi dituntut lebih dari itu.
Ungkapan n tips dari kita…
Mungkin pesan2 dari kita sangat banyak dan sangat tidak berkenan…karena itu memang kumpulan berbagai persepsi dari kita buat mira.. sungguh ini apa adanya…jujur…dari sahabat…tak ada keinginan untuk menjatuhkan mira, justru inilah pesan dari beberapa sahabat yang sangat berharap yang terbaik bagi seorang mira…mohon jadi bahan perenungan.
ini sebagai ungkapan yang terdalam dari kita buat mira :
*****************CLOSED*************
*************************************
Sekian aja…semoga bisa memetik hikmah n pelajaran dari setiap kalimat ini..bukan berarti menjadi memupuk benteng ego untuk membela diri…tapi kita juga lebih banyak kekurangannya dibanding mira...yah kalo untuk kata pujian bagi mira, mira itu pada intinya seseorang yang baik n sabar…semoga sabar juga yah baca surat dari kita…yah paling kalau ada kekurangan dari kita juga..dengan senang hati kita terima kritikan sebagai bahan evaluasi n perbaikan diri
Mohon maaf lahir bathin atas ini semua…karena sekali lagi…’kita sayang mira’, n kita ga mau ngejerumusin mira. Satu kalimat terakhir :
“Selamat Menempuh Siklus Hidup yang baru
buat Mira n A Irfan”
“Barakallaahu wa baraka ‘alaika”
“Semoga menjadi keluarga yang sakinnah mawaddah wa rahmah”
Salam Sayang ^_^,
Ike ( seorang mahasiswa dan ibu rumah tangga beranak satu)
Nimas ( karyawan sebuah perusahaan)
Olint ( mahasiswa n anaknya bapak syarif)
Vika ( mahasiswa yang baru seminar n pengen nikah juga)
1 komentar:
assalamu'alaikum.. wah.. di-publish ternyata artikel yg ini.. nuhun nyaa tmn2.. pas dibaca lagi, wah emang g gampang, apalagi buat seorg mira yg g terbiasa ngerjain kerjaan rumah tangga, sampe skr aja masih dlm tahap menyesuaikan.. tapi intinya, pernikahan itu emang diset utk menjadi indah.. banyak lah :) intinya lagi, hrs banyak belajar meniatkan sglnya hanya utk Allah, hrs belajar sabar, nrimo, belajar utk lbh menyenangkan pasangan, pokonya belajar lah :D
temanku tersayang.. nuhunnnn.. jgn lupa ya, o punya satu temen sekonyol yg skr lagi berjuang.. saling mendoakan, amin
Post a Comment