“Jangan Remehin orang!!”…kalimat yang remeh sih..tapi jangan diremehin juga nih kalimat, hehe…Maksudnya??!!...yah ini sih ngajarin diri aja dulu deh..kagak usah woro-woro ke orang lain dulu kalo diri sendiri belum nguasain ilmu kayak gini…Simple tapi menggigit...
Tanpa kita sadari…bahkan dengan sadar juga kita sering melakukan hal seperti ini…Setiap manusia diciptakan pasti dengan kekurangan dan kelebihannya..komplit satu paket…gak mungkin seorang Dao Ming Tse yang punya fisik bagus, harta banyak, n setia ama si Sancay (Gubrak!!..curiga fans berat MG nih…hehe..- tuh kagak baek loh curiga-curigaan, cuman sekedar mengamati per’film’an zaman sekarang. ;p)..semua yang diliatin yang perfect abis…yah namanya juga film… ambisi n obsesi manusia yang pengen menggapai kata ‘perfect’ (waham penilaian kita)..Pasti dibalik segala kelebihan (penilaian kita yang dilihat dari sudut luar)…pasti ada kekurangan…Tapi cenderung kita selalu melirik ke aspek itu, dibandingkan kita melihat seorang pelayan kerajaan kayak film Junggem (tapi olint juga jarang juga sih nonton film ini)..wah bukan bermaksud jadi korban sinetron nih…emang jarang nonton..tapi pas pernah sekali nonton, nih film banyak hikmah positif yang bisa diambil…bagaimana perjuangan seorang anak manusia dalam menjalani darma hidupnya, yaitu sebagai tabib…walau dari awalnya banyak ujian serta rintangan yang menghadang…dari seorang pelayan masak di dapur kerajaan..n salutnya dia mengabdikan diri untuk mempersembahkan yang terbaik untuk kerajaan..yah singkat kata…kita cenderung melihat segala sesuatu ke atas…dan cenderung menumbuhkan rasa ketidakpuasan untuk mencapai level itu…dibandingkan menumbuhkan rasa kebersyukuran kita ketika kita melihat seseorang dalam level ‘dibawah’ kita…
Ternyata di dalam setiap kehidupan seseorang banyak pelajaran yang kita ambil…tapi satu penyakit yang terkadang datang..yaitu kita selalu meremehkan orang lain yang mengatasnamakan level, kedudukan, kecerdasan, fisik, etc…
Jangan bilang ‘aku seorang juragan minyak kelapa’ merasa lebih pantas untuk diambil pengalamannya dibandingkan ‘dia seorang pemanjat dan pemetik kelapa’…tanpa dia, aku tak bisa jadi juragan….tanpa bawahan, kita bukanlah apa-apa..(itu kalo dilihat dari profesi)..tapi sebenernya 'semua manusia itu sama'…apalah artinya derajat jika kita menilainya dengan menggunakan pemikiran kita akan sebuah kedudukan…yang membedakan hanyalah ketaqwaan kita dihadapanNya…
Jangan sekedar melihat Koran hanya sebagai bungkus kacang…tapi dibalik selembar Koran..terbentang informasi yang akan menambah wawasan berfikir kita…Hiruplah wanginya Parfum dibalik satu kuintal cumi dan udang (waduh!!...pengandaian yang sangat tidak realistis lint..hehe)..yah maksud olint…masih banyak pelajaran yang sangat berharga dalam setiap kehidupan manusia…tapi kita sering melihat dari kaca mata miris kita terhadap orang-orang yang tak masuk dalam jangkauan penglihatan kita…kita hanya melihat bintang di atas sana, tapi kita menyadari bahwa kita tidur di atas ilalang yang sering kita injak-injaki…
Astagfirullahaladziim…
Ps:…Terima kasih buat bapak tua penunggang kuda dari Lembang…inspirasi dari kemurahanmu lebih berharga dari sekedar buah tomat…. …Hatur Nuhun…
dzihni firuz
0 komentar:
Post a Comment