Malam…
Cahaya pagi masih lama untuk memperlihatkan keberadaannya dan mentari masih tersembunyi untuk menampilkan wajahnya.. Kutelusuri perjalanan malam ini dengan tubuh terbungkus oleh dingin, dan kesendirian terikat dalam sepi… kulewati masing-masing rumah dan kulihat disetiap jendela rumah masih dihiasi cahaya lampu ruangan… mungkin mereka sedang melaksanakan aktivitasnya yang berbeda-beda. Menonton TV, bersenda gurau dengan sanak keluarga, bahkan ada yang sudah terlelap tidur dan terbalut oleh mimpi…
Suara jangkrik yang khas pun mulai terdengar semenjak magrib tadi..kelelawar malam telah menampakkan eksistensinya…mereka tercipta untuk melakukan tugasnya dengan baik…Pohon-pohon disepanjang jalan tampak hitam kelam dan terlihat angker…Agh!! Apa peduliku? Dulu khayalanku ketika kecil memang pintar merangkai pola.. sehingga aku pun dilanda rasa takut..cerita-cerita mistik yang dahulu terdengar segar tentang makhluk-makhluk yang bergelantungan di atas pohon kini seakan-akan habis terserap sari-sarinya dan mulai menyusut menjadi sebuah cerita hambar bagiku…entah tujuan mereka melakukan itu untuk apa? Istirahatkah? Atau sekedar iseng untuk menakuti para pengecut?. “Aneh…” fikirku, dahulu aku sering ditakuti oleh hal itu semua.. entah mengapa kini aku seakan tak peduli dengan itu…
Satu hal yang seharusnya aku takuti..DIA…dan satu hal lain yang harus ku taubati…dosa…yah…dosa yang sering kuperbuat…entah itu yang kusembunyikan bahkan yang kuperlihatkan, karena konsekuensi setelahnya begitu berat untuk kuterima…namun untuk apa terciptanya sayap? Sayap takut dan harap…dan dibalik rasa takutku…aku pun berharap bahwa AmpunanNya begitu luas..itu harus seimbang..dan aku hanya bisa berharap ‘AmpunanNya’..karena semakin banyak titik-titik kelam itu melekat…maka diriku akan semakin gelap.
Malam…
Aku sedang takjub…di atas sana ada cahaya bulan penuh ¾ dengan ditemani sahabat bintang yang berjejer yang tak membiarkan sang bulan berada dalam kesendirian…sungguh indah suasana ini…kendaraanku terus melaju untuk mencapai tujuan..ketika terdiam, udara sama sekali tak mengusikku..berbeda ketika aku melaju kencang..mereka semakin menggelitik dan perlahan-lahan mereka menyambar tubuhku dan menggerogotinya dengan suhu dingin…jaket ‘anti dingin’ yang kupakai berlapis-lapispun kini mulai kewalahan versus udara malam..bahkan sarung tanganku pun akhirnya mengalah…dan aku menikmati dingin..Di sekitar, tampak sedikit intensitas kendaraan yang melaju.. dan kini aku pun bermain dengan diriku…
‘Teman…di manakah mereka?..kini temanku adalah dingin dan sepi…begitu nyata..dan aku diuji oleh kekurangan jiwa…’
Tersenyumku akan keadaan..semua bertanding melawan waktu..dan semua sibuk akan urusannya…
Dan tetes demi tetes air keluar dari mataku...sambil ku melajukan kendaraan dalam perjalanan malam..
‘Ya Tuhan..inilah aku..tak ada yang bisa kupersembahkan padaMu..selain jamuan kelalaian dan kesalahan yang sering kuperbuat, semuanya pergi memenuhi kepentingan diri…kini kusadari bahwa tak ada yang sejati…sungguh… kini sungguh aku sadar bahwa kesejatian adalah label UntukMu…hanya MilikMu…Bantu aku ya Allah untuk mencari kesejatian…’
Dan kini temanku adalah malam dan dingin…
Alhamdulillah….
Astafirullahaladziim..
dzihni firuz
0 komentar:
Post a Comment