5/16/2007

Selasa 15 Mei 2006
23:10

Malam ini aku ditatapi oleh boneka anjing pemberian temanku dulu…’Duggy-’ yang lucu dan tak bernyawa yang terus menatapiku…seolah-olah ingin menemaniku dalam kesunyian..yah sepi di dalam ruangan kamar, yang lain tertidur pulas, dan aku ingin mengetik kembali…entah kenapa ketika tak ada rasa untuk mengetik, aku sama sekali tak melakukan itu…Disaat keinginan muncul untuk mengetik, aku tak bisa menolaknya (memang DIA Tahu moment yang tepat)..Ya, sebelum ini aku membaca kalimat2 curahan seorang teman…kalimat yang cukup indah untuk seukurannya…namun jam ini yang pasti aku ingin mengetik, itu saja…

Aku tak tahu, apa yang kulakukan saat ini akan berakibat apa untuk ke depan nanti…yang pasti aku tak ingin menyakiti siapa pun…bahkan kucing peliharaanku…

Jika aku lebih peka terhadap diriku, dahulu aku terlalu bebas dan tak pernah menganggap serius tentang persoalan ini. Karena semakin berjalannya waktu, jatah usiaku semakin berkurang, mungkin inilah saatnya aku dihadapkan oleh berbagai individu yang beranekaragam karakter…aku tak ingin salah dalam memilih…aku tak tau, karena mereka semua baik dalam penilaian awamku…ada yang baik dalam segi sesuatu…namun tak cocok dalam segi yang lain, dan aku percaya bahwa aku tak mahir dalam menilai…Ya Allah..hanya Allah yang tahu rahasia yang tersembunyi di dalam Qalb makhlukMu…

Seharusnya semua bukan atas pilihanku…tapi pilihanNya untukku….itu yang aku pinta…toh hal itu sudah ditentukan…tp entah kenapa malam ini aku sedikit teringat akan salah satu…dan ntah bagaimana nanti…tunggu saja, jika aku masih diberi kesempatan,, saatnya misteri itu akan terjawab dan jika aku dihadapkan dengan individu yang tak pasti seharusnya aku tak bergantung pada mereka..karena mereka pun tak kuasa untuk bergantung pada dirinya,,,dan satu masalah yang menjadi pertanyaan diri…Bagaimanakah caranya aku harus bersikap???...

Dahulu aku menganggap sebuah perjalanan yang bercabang itu akan indah, walau aku melewati suatu perkampungan sebagai jalan yang terpampang di peta hidup terkaanku dan mereka berada di persimpangan jalan pintas untuk menuju tujuan. Detik ini ku berfikir, bahwa pendapat tentang satu kapal itu harus mempunyai tujuan yang sama..jika seorang kapten ingin ke arah barat, dan nahkoda ke arah timur..bagaimana bisa untuk mencapai ke tujuan?..Sedangkan dibutuhkan kinerja kerja sesuai dengan fungsi jabatannya dan yang terpenting adalah misi yang beriringan dan satu suara…

Yah..sebuah rasa..yang tak kuasa ku elak untuk melakukan suatu pertimbangan..sebuah pelayaran memang dibutuhkan kerja sama yang baik, rasa kepercayaan, bahkan system yang mengaturnya…namun jika nahkoda ingin ke arah timur tanpa dukungan seorang kapten, aku yakin bahwa kapal tersebut tak akan berjalan…karena satu misi adalah hal yang urgent, sangat penting..

Ketika sebuah rasa simpatik muncul, sedangkan ada satu landasan yang sangat mempengaruhi kehidupan selanjutnya, maka dibutuhkan perjuangan untuk memupuk rasa itu atau menghilangkan jauh-jauh rasa itu..sulit..

Ehmm!!..mungkin aku terlalu beranalogi!!...mengapa aku sulit untuk berterus terang?? Entah…sepertinya aku terlalu kaku jika menyangkut hal ini….yah mungkin aku butuh teman seperjalanan…bukan hanya sama2 berjalan namun berbeda cara..aku butuh ketua regu yang satu misi…yang selalu berdiskusi tentang rintangan yang dihadapi ketika melakukan ekspedisi, yang saling memberikan semangat ketika sedang terjatuh di medan yang terjal, yang saling mendukung untuk mengenal dirinya masing2, yang saling menjadikan pakaiannya untuk mengenal Tuhan, yang sama2 mencari pengetahuan tentangNya…

Beberapa hari yang lalu, seseorang menyelinapkan sebuah buku yang tak asing di atas sebuah meja,,cerita Laila Majnun yang tak jauh tentang pecinta dan gadis yang dicintainya…aku pun tak tahu siapa yang meletakkannya…apa itu hanya sebuah ungkapan yang tak ingin diketahui atau ungkapan yang ingin agar yang menemukannya mengetahui bahwa buku itu adalah symbol akan ungkapan hatinya…dan itupun untuk kedua kalinya aku behubungan dengan judul tersebut..Yang kuingat, dahulu pernah ada seorang pujangga yang meminjamkannya untukku sekaligus memberikan berlembar-lembar puisi karyanya…puisi yang indah…Namun itu dulu…tak usah diungkit…dan lupakan soal itu…

Rasaku bukan untuk dia yang meletakkan buku itu…namun aku tak boleh mengutamakan tentara jasadku untuk lebih mengendalikanku…yah..adu debat di dalam ini…tentara itu tak boleh menguasaiku…namun soal rasa tidak suka pun memang wilayahNya yang memberikan itu..dan aku tak ada rasa…

Namun ketika ada rasa itu muncul,,malah yang terjadi kepada orang yang belum satu team denganku…

Ya sudah…
tenang saja…
jika memang jalannya Insya Allah dipermudah…
ternyata kebutuhanku semakin menyempit…

Dan aku ingin perubahan diriku dan dia itu bukan karena ingin sesuatu..siapa..dan apa, namun karena Sang Pemberi Sesuatu yang Mengadakan sesuatu dan Mentiadakan sesuatu.

Dan kuberharap padaNya…karena Allah Maha Mengetahui yang terbaik…

Bismillah….


Wasalam
DzihniFiruz

0 komentar: