5/29/2007

Kematian...

Sabtu, 26 Mei 2007


Entah kenapa, beberapa hari ini aku diingatkan kembali dengan kematian melalui beberapa temanku. Anehnya bukan seorang dalam minggu ini yang berbicara kepadaku tentang kematian.


Kemarin2 aku berdiskusi dengan mba vk, membicarakan tentang kiamat Kebayang kiamat itu seperti apa, Kota Aceh saja yang menelan hampir 200 ribu orang membuat kita menjadi merinding melihat mayat yang berserakan di mana-mana. Bahkan mba katanya membaca berita di suatu media cetak bahwa Bandung bakalan terjadi gempa hebat, dan itu diprediksi oleh pengamat BMG.


Dan malam ini pun aku sedang mengetik sambil smsan dengan temanku Uti..Uti sms, kalo ada temannya yang meninggal hari ini yang berumur 22 tahun dan baru menikah 2 bulan yang lalu..Ehm, dan tak jauh kata-kata yang saling berhubungan adalah kematian, dosa, dan ketakutan.


Dengan mereka aku berbicara soal alam barzah, soal dosa, taubat, dan lain-lain. Aku hanya bilang ke mba..”kalo memang terjadi gempa ataupun kiamat, kita siap2 aja mba dari sekarang”,, walau aku sendiri sadar betul, bahwa bekalku di sini pun sangat sedikit, bahkan mungkin tekor. astagfirullahaladziim.


Membicarakan dosa terhadap orang tua, membicarakan keadaan nanti di alam kubur..Uti bilang..”O, takut yah...kebayang kalo kita nanti ditanya malaikat di alam kubur, nanti kita jawab apa? Sedang di sana gelap gulita”...aku pun terdiam sambil merenung, aku hanya bisa menjawab secara teori, entah prakteknya nanti seperti apa..”iya yah U..O juga sebenernya takut karena bekel O sangat minim, tapi kita usaha aja dari sekarang, karena keadaan kita nanti di alam barzah sangat tergantung dengan perbuatan kita di alam dunia ini”...Huh..hanya jawabanku...bisikku...sedang aku sendiri detik ini masih memikirkan hal itu...Jangan takut kematian...karena jatah ajal tak dapat diajak kompromi..ingin diperpanjang atau diperpendek sepertinya tak ada dalam kamus kita untuk menawarnya...yang terpenting bagaimana kita berusaha untuk mencariNya..mencari pengetahuanNya..menjadi hamba yang berserah diri kepadaNya..


Jarang sekali aku berdiskusi dengan mba vk seserius ini, semenjak kita sama2 berusaha belajar..mba menjadi lebih sering berdiskusi mengenai hal itu..tentang hawa nafsu itu seperti apa?, syahwat itu seperti apa?, mengapa kita diberi ujian?, mengapa kita harus mengembalakan hawa nafsu dan syahwat? tentang iman, tentang taubat, blablabla..,bahkan tentang kehidupan setelah ini..Aku sendiri senang selalu ada yang mengingatkan soal itu..diskusi tentang segala sesuatu yang mengingatkan kita kepadaNya..


Namun kembali lagi kepada dosa, lewat smsnya Uti bilang ‘kenapa yah kita kadang tau hal itu dosa, kadang kita nyesel eh tapi besoknya diulang lagi’,, yah aku bilang, namanya juga manusia..harus diingetin dulu baru nyadar, dah beberapa saat ngelakuin lagi (karena adanya hawa nafsu n syahwat itu)...terkadang kita memang seperti itu...yang membuat aku tersenyum seolah-olah hari ini kita sedang bercerita tentang pengakuan dosa, Uti bilang dosanya seperti ini n itu, O bilang dosa O juga sama kaya U bahkan mungkin lebih...tapi entah kenapa kita seolah2 sering dihadapkan dengan dosa terhadap orang tua, terlebih dosa terhadap ibu. Uti cerita ke aku ’O justru U dosanya gini ,.......’ aku sendiri tak kalah ngakunya ’U, olint justru belum bisa jadi anak yang berbakti ke ortu, belum bisa jadi anak yang shaleh, anak yang bisa nyenengin ortu, malah selalu bikin mereka kesel’.. yah sama2 mengaku soal kesalahan masing2..namun itu masih sedikit dari sekian dosa yang udah diperbuat...’kapan yah bisa berubah,O?’..ehmm aku sendiri seperti sedang berhadapan dengan cambukan, seperti perkataan pengingat yang dilontarkan untukku dengan temanku sebagai media..aku diingatkan kembali...”kalo kita udah usaha semaksimal mungkin untuk berubah tapi tetep ga bisa, jalan terakhir hanya Allah yang Bisa Merubah kita U, suatu saat kita bisa merasakan gimana untuk menyayangi orang tua dengan tulus (tanpa ada kesal dalam hati, ikhlas), tapi memang dosa umum anak seperti itu, suatu waktu kita bisa dihadapi oleh perbuatan anak kita nanti seperti perlakuan kita terhadap ortu” astagfirullahaladziim...


Kemarin pun mba vk bilang “vika baca buku dari O (Kupinang engkau dengan Hamdallah), kalo meninggal pas bujangan itu dibanding meninggal pas nikah lebih baik meninggal setelah menikah..”aku menanggapi “Terus?” mba vk jawab “Vika kapan nikahnya yah??”..aku pun tersenyum geli mendengarnya...hehe...”mba..mba..kalo udah waktunya, insya Allah terjadi..kalo belum saatnya yah ga akan terjadi..” vika bilang.”terus beneran gitu O...Bandung bakalan gempa besar?”. Aku jawab ”yah Olint sih bukan cenayang mba, O mah ga tau, cuman siap2 aja..kalau itu terjadi...Allahualam b s”..mba bilang “Aduh kebayang kalo mati, takut yah”..aku hanya tersenyum dan berkata “kalo seorang hamba rindu akan pertemuan denganNya,...insya Allah, Allah akan Rindu untuk berjumpa dengannya”...dalam hatiku..hmmm..aku sendiri...bekalku sedikit sekali, dosaku banyak sekali, apakah aku rindu ingin bertemu denganNya? Rindu yang terdalam dan tulus dan bukan sekedar ucapanku belaka?..astagfirullahaladziim..



Ya Allah,

Ampuni dosa2ku...yang tersembunyi atau pun terang2an, yang mungkin maupun tidak mungkin, yang sadar ataupun tidak sadar...

Tumbuhkan rasa rinduku padaMu...

Beri aku kesempatan dan kemampuan untuk memahami KehendakMu..

Dari qalb dan jiwaku, bukan sekedar mulutku...

Lapangkanlah dadaku atas apa yang Engkau hadirkan ke dalam kehidupanku...


Astagfirullahaladziim AlladziiLaailaahaillallahu walHayyulQayyum WaatubuiIlaiH





Dan minggu ini ku diingatkan kembali...ingatanku pada kematian...



Tantang kematian

************************

QS Al-Araaf 7:34

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.


Rasulullah saw. bersabda, "Kematian adalah suatu hadiah Tuhan yang diharap-harapkan oleh para mukminin."(Al-hadist)


Sabda Rasul "Kematian adalah jembatan yang menyatukan sahabat dengan sahabat" "dunia ini surga bagi orang kafir, dan penjara bagi orang-orang mukmin." ."(Al-hadist)


Tentang dosa

********************

Dari Abu Hurairah r.a.: Aku mendengar Rasulullah berkata, “Jika seseorang berbuat sebuah dosa dan kemudian berkata, ‘Ya Allah! Aku telah berbuat dosa, ampunilah aku!’ kemudian, Rabb-nya berkata, ‘Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan memberi hukuman, oleh karena itu Aku telah mengampuni hamba-Ku (dosa-dosanya).’ Kemudian ia mencegah dirinya dari dosa untuk sementara waktu dan kemudian kembali melakukan dosa dan berkata, ‘Ya Allah, aku telah melakukan dosa, ampunilah aku,’ dan Allah berkata, ‘Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan memberi hukuman atasnya, maka Aku telah mengampuni hamba-Ku (dosanya).’ Kemudian ia mencegah dirinya dari dosa untuk sementara dan kemudian kembali melakukan dosa (untuk yang ketiga kalinya) dan berkata,’Ya Allah, aku telah melakukan sebuah dosa, ampunilah aku,’ dan Allah berkata,’Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan memberikan hukuman atasnya, maka Aku telah mengampuninya (dosanya), ia dapat melakukan apapun yang ia inginkan.’”(Al-hadist)


Tentang kiamat


QS Al-Araaf 7: 187

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."


" Tidak akan datang kiamat sehingga waktu semakin berdekatan (semakin singkat), setahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti sejam, sejam seperti semenit, dan semenit terasa hanya sekejap "(Al-hadist)

|||||||||||||||||||||||||

Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah berkata, “Kiamat tidak akan terjadi hingga:

(1) Dua kelompok besar saling berkelahi di mana akan terdapat sejumlah besar korban dari kedua belah pihak sedangkan mereka mengikuti doktrin agama yang sama,

(2) Akan muncul 30 Dajjal (pendusta), dan masing-masing dari mereka akan mengaku sebagai Nabi,

(3) Pengetahuan tentang agama akan menghilang seiring dengan wafatnya dari para ahli agama,

(4) Meningkatnya jumlah bencana gempa bumi,

(5) Waktu akan berlalu dengan cepat,

(6) Munculnya fitnah,

(7) Meningkatnya angka pembunuhan,

(8) Kesejahteraan melimpah-begitu melimpahnya sampai orang-orang kaya khawatir bahwa tidak akan ada orang yang dapat menerima sedekahnya, dan setiap kali ia menawarkan hartanya untuk disedekahkan kepada seseorang, seseorang tersebut akan berkata, ‘Aku tidak dalam keadaan membutuhkannya’,

(9) Orang-orang saling berkompetisi untuk mendirikan bangunan-bangunan tinggi,

(10) Seseorang yang melewati sebuah makam akan berkata, ‘Bagaimana seandainya aku yang berada di tempatnya’,

(11) Dan sampai matahari terbit dari barat. Maka ketika matahari terbit dan semua orang melihatnya (terbit dari barat) mereka akan meyakini (memeluk Islam) namun saat itu adalah waktu ketika Allah Ta’ala akan berkata:

“…tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya…” (Qs. 6:158)


“Dan kiamat akan terjadi ketika dua orang laki-laki membentangkan selembar kain di depan mereka namun mereka tidak sempat untuk menjualnya, tidak pula melipatnya; dan kiamat akan terjadi seorang laki-laki memerah susu dari unta betina miliknya dan membawa susu itu pergi namun ia tak sempat meminumnya; dan kiamat akan terjadi sebelum seorang laki-laki yang sedang memperbaiki tanki air (untuk kebutuhan sehari-harinya) sempat memberi minum hewan peliharaannya; dan kiamat akan terjadi ketika seorang laki-laki sedang akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya namun tak sempat memakannya.”

(Sumber: Shahih Bukhari, Darussalaam (CD))

||||||||||||||||||||||||||||||

Rasulullah S.A.W telah bersabda, " Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq"

||||||||||||||||||||||||||||||

Berkata Ali bin Abi Talib, Akan datang di suatu masa di mana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja, agama hanya bentuk saja, Al-Qur'an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari zikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu ialah para ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda hari kiamat."

||||||||||||||||||||||||||||||

Sabda Rasulullah S.A.W, "Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembahagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, mendurhakai ibunya, lebih rapat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, orang dimuliakan karena ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan karena takutkan Allah, maka kesemua itu adalah tanda-tanda kiamat."(Al-hadist)


Ps:

Yang menjadi bahan pemikiran...perasaan point tanda2 kiamat itu udah mulai kejadian, coba deh check list satu2...tinggal saatnya kita menunggu kapan tiba waktunya..trus search deh di index Al-Quran tentang kiamat, takut yah...gak kebayang seperti apa terjadinya...Gunung bahkan planet n galaksi hancur lebur luluh lantah berkeping2 bagaikan bulu ayam yang berterbangan...entah keadaan kita seperti apa nanti, ketimpa tangga aja udah benjol, ketusuk paku aja dah demam seharian...entah kalo ketimpa gunung...apa kita akan menghadapi saat kiamat?..yang menjadi pertanyaan untuk diri pribadi sih...udah siap perbekalannya belum? Kalo ternyata dateng tiba2 gimana lint?

Allahualam bis shawab...


0 komentar: