5/16/2007

Dialog Dua Arah

Di suatu siang sehabis shalat dzuhur berjamaah, ada perbincangan antara seorang anak laki-laki dengan sang ibu, dikarenakan ayahnya sedang pergi ke kantor..dialog itu dilakukan dua arah, begini dialognya:

Seorang anak bertanya kepada seorang Ibunya:

(n_n)’ : “Umi...kalo Rasulullah berdakwah, dibayar gak Umi?”..

(^_^) : ”Anakku...Rasulullah berdakwah tidak dibayar..Beliau seseorang yang memang ditugaskan Allah untuk menyampaikan ayat-ayatNya, tanpa suatu imbalan apa pun, walaupun banyak kaum yang menentangnya, beliau tanpa sedikit pun goyah untuk terus berdakwah”...

(n_n)’ : berarti itu namanya ikhlas yah Umi?

(^_^) : Untuk seorang yang berkedudukan Rasul..Insya Allah beliau dijamin keikhlasannya..

(n_n)’ : Umi..kalau begitu Ridwan mau ketemu Rasulullah di dalam mimpi Mi.. Ridwan mau cerita sama Rasulullah...

Sang ibu terhenyak dengan pernyataan anaknya itu..
(^_^) : Memangnya Ridwan mau cerita apa??

(n_n)’ : Umi..Ridwan kan nonton ceramah Ustad XX di TV..terus kata TV, Ustad XX kalau berdakwah dibayar, dan dibayarnya juga mahal ..berarti kan gak ikhlas...kan Rasul aja gak dibayar...kenapa Ustad itu dibayar?

Sang ibu bingung untuk menjawab pertanyaan anaknya..dengan berfikir sejenak ibu mengutarakan alternative alasannya

(^_^) : Mungkin bisa saja bisa jadi ustad tersebut tidak mengharapkan dibayar, tapi ada orang yang memberi uang karena ceramahnya...jadi ustad tersebut tidak memaksa orang untuk membayarnya berdakwah...

(n_n)’ : Terus kalau memang dibayar, uangnya dipakai untuk apa?

(^_^) : kita berusaha berkhusnudzon saja yah nak...bisa jadi uangnya dipakai untuk diinfaqkan, atau untuk bayar biaya ongkos transportasinya atau mungkin untuk biaya kehidupan anak istrinya.

(n_n)’ : tapi Ridwan gak setuju Mi..

(^_^) : gak setuju kenapa Ridwan??

(n_n)’ : Kalau umi cerita..umi selalu bilang..kalau kita harus mengikuti Rasulullah sebagai teladan...sedangkan rasulullah kan mendapat uang dengan cara usaha berdagang kan Umi?

(^_^) : Benar Ridwan...

(n_n)’ : Lalu kenapa ustad-ustad itu dapat uang lewat berdakwah? Tidak lewat usaha lainnya? Kan kalau ceramah mereka menggunakan ayat2 Al-Quran?..berarti orang membayar ayat-ayat Al-quran itu dong Mi?

Ibu tersebut tiba-tiba kaget dengan pertanyaan dari seorang anak yang berumur 8 tahun tersebut..pertanyaan yang polos namun bermakna tajam...

(^_^) : Yah...namanya manusia...Ustad juga manusia Anakku...

(n_n)’ : Rasulullah kan manusia juga Umi..Terus apa bedanya Rasulullah dengan ustad sekarang?? Kan sama-sama manusia?

(^_^) : Yang membedakannya...Rasulullah sudah dijamin masuk surga anakku...dan setiap jiwa manusia itu berbeda-beda...dan jiwa Rasulullah itu berada di kedudukan yang paling tinggi derajatnya..

(n_n)’ : Apa karena Rasulullah dakwahnya tidak dibayar yah Mi...jadi sudah dijamin masuk surga sedangkan ustad-ustad dibayar jadi gak dijamin masuk surga?

Sang ibu terhenyak untuk beberapa kalinya atas pernyataan yang dilontarkan anaknya

(^_^) :Ridwan...persoalan masuk surga itu hanya urusan Allah...kita tidak berhak untuk mengurusi itu...hanya Rahmat Allah lah yang bisa membantu kita...begitu pun Rasulullah dalam hadistnya pernah bersabda bahwa amal ibadah yang banyak kita lakukan pun belum tentu menjamin kita selamat..bahkan Rasul pun bersabda “Aku pun tidak dapat selamat jika bukan rahmat dari Allah”..yang pasti kita berusaha yang terbaik untuk menjadi hambanya Allah, agar kita memperoleh rahmatNya...

(n_n)’ : Oh gitu yah Umi...

(^_^) : (Ridwan anakku...untuk anak seusiamu...engkau begitu matang dan kritis)

*********************************
Yah mungkin saja ada dialog yang terjadi seperti di atas..Jujur...itu yang sempat terlintas dalam fikiranku sendiri...maklum...setiap pemikiran orang pasti berbeda2..dan kita juga tidak bisa untuk menyeragamkan orang untuk berfikir seperti yang kita fikirkan...

Cuman emang sempet terfikir juga...untuk memperoleh suatu tausyiah ayat-ayat Al-Quran pun kita harus sms untuk ikutan registrasi..biar dapet pencerahan...kalo untuk usaha n dapet penghasilan, ada yang ngadain seminar blablabla dengan tema islami, ikutan workshop tentang nikah dengan pendaftaran sekian puluh ribu, ikutan metode sholat khusyu dalam tiga hari jadi khusyu sholatnya, blablabla...Metode yang semuanya mengatasnamakan Islam...

Anehnya aku malah berfikir...penghasilan diperoleh atas nama Islam...dengan mempatok biaya-biaya, yang alesannya untuk ladang pengangguran, ladang amal, blablabla..tapi dibalik itu esensinya apa?...dengan mengutip setiap ayat Al-Quran yang akhirnya menjadi objek bisnis.

Alhamdulillah kalo memang niatnya tidak mengambil untung sepeser pun, bahkan kalau ngambil untung, bisa saja keuntungan itu seluruhnya diberikan kepada orang yang sangat membutuhkan..Hanya yang menjadi pemikiran...ketika bisnis mengatasnamakan dakwah..

Banyak fenomena yang membudaya..yang itu sendiri sekarang dianggap sebagai strategi dakwah...Toh Ridwan si anak kecil itu pun berkata bahwa dakwah itu tidak mematok harga, Dakwah itu Real dikarenakan atas keberserahdirian kita sebagai abdi /hambaNya..Islam adalah berserah diri.

Mungkin alasan yang bisa diterima oleh kita...adalah karena biaya operasional...atau untuk kehidupan anak istri..blablabla, namun memang itu yang dinamakan dinamika kehidupan...yang menjadi fenomena langka adalah seorang pencermah yang tidak mengharapkan bayaran atas ceramahnya..bahkan ketika dibayar pun beliau menolak menerimanya...

Adakah seorang seperti itu? Menyampaikan ayat-ayat Al-Quran..tanpa ingin diberi imbalan?

Dan mungkin hanya segolongan orang yang sedikit...Allahualam b s


Kutipan ayat Al-Quran untuk bahan perenungan kita :

QS Al An'aam 6:90
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)." Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat”.

QS Yaasiin 36:21
Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk

QS Al Mu'minuun 23:72
Atau kamu meminta upah kepada mereka?", maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezki Yang Paling Baik.

QS Saba' 34.:47.
Katakanlah: “Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

QS Ath Thuur 52:40.
Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang?

QS Shaad 38:86.
Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas da'wahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan”. QS Asy Syu'araa' 26:180, 164
dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

QS Al Furqaan 25.:57.
Katakanlah: "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya”.

QS Yunus 10:72.
Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)."

QS Huud 11: 51.
Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?"

QS Huud 11: 29.
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui."

0 komentar: