Saturday, 14 April, 2007 11:29 AM
Subject: Sendiri...
Message:
Kini Aku merasa tersesat disuatu jalan yang amat panjang dan gelap..
Ada sesak di dada yang sangat menyayat
Tarikan nafas ini begitu berat
Terengah...
Kini Aku merasa sendiri..
Ketika orang disekitarku menghujatku
Ku tak mampu mengangkat dagu sedikitpun
Tak ada kata untuk menahan air mata ini
Bahkan air mata ini hampir kering
Kini Aku merasa sedih..
Ketika tersadar banyak waktu ku sia-siakan
Ketika terhenyak aku melangkah terlalu jauh dari-NYA
Aku takut tersesat begitu jauh
Aku takut tak bisa menemukan jalan pulang
Aku merasa benar-benar sendiri
Aku ingin kembali
Aku sungguh merindukanNya
Aku ingin bersandar, bersimpuh, menangis..
Aku ingin berjumpa denganNya
Ukh, itu adalah rintihan hati XX saat ini. Aku merindukan kalian.. :)
AssWw...
Qta juga always kangen ma mb XX, selalu nanya keadaan mb...lost contact, hpmu nomornya yang mana sih? Banyak nomor tp Ndak ada yg pasti,,,gimana kabar mb?
Mba..
semakin tua manusia akan menghadapi perjalanan hidupnya masing2, dunia ini hanya sebagai batu loncatan, jembatan untuk menghadapi dunia yang sebenarnya..ketika fase di dunia ini habis...justru kesendirian itulah yang menjadi rutinitas kita, hanya amal shaleh yang akan mengantarkan kita akan pertemuan denganNya..dia menjadi bekal dan teman perjalanan kita selanjutnya, dan perjalanan kita masih panjang...
Teman bahkan sahabat2 kita pun akan menghadapinya dengan urusannya masing2...Di sini, kita dipertemukan dengan mereka hanyalah sebagai penghantar...sebagai figur sesaat, ntah ketika alam barzakh, padang mahsyar, dan alam2 selanjutnya akankah kita akan berbarengan? Berbaris satu persatu dengan berdekatan atau bergandengan?..Allahualam b s...
Keadaan kita yang berbatas dengan jarak hanya dapat diisi dengan doa yang tulus dari sesama teman dan saudara yang insya Allah akan membuat kita saling bertautan, selain bersapaan lewat email atau hp..
Mba...teman adalah support, penyemangat ketika kita lalai, penguat ketika kita lemah, pengingat ketika kita lupa, dan menemani ketika kita sendiri..Namun ketika jarak yang memisahkan, teman hanya bisa berkata dalam ruang udara..menghantarkan doa dalam sayup2 angin (aduh...jadi puitis gini ey...).
Teman hanyalah pendukung, mereka hanyalah sistem eksternal, kebangkitan diri kita bukan terletak di sistem eksternal dari tubuh kita, karena ada komponen yang terpenting yang berada dalam dirimu...yaitu jiwamu. Teman hanya mengetahui lingkungan luar kita..hanya sebatas itu..namun yang lebih mengetahui kita adalah diri kita sendiri dan Allah tentunya.
Pertemuan denganNya tergantung seberapa besarnya jiwa kita merindukanNya. Mba..Dia akan memuat dalam Qalb kita, ‘jika’ Qalb kita bercahaya..dan cahaya itu hanya diperoleh atas rahmat dariNya (“Dan taatilah Allah dan Rasul, agar engkau diberi rahmat” Qs 3:132)...dan nilai seseorang terletak pada qalbnya. Usaha dan terus usaha untuk menggapai CahayaNya..kesendirian justru bisa memberi waktu bagi diri kita untuk bisa merenung ketika sahabat atau teman2 tak dapat menyapa kita secara visual. Karena sesungguhnya Allah lebih dekat kepada manusia dari urat lehernya sendiri..
*****************************
Ada sepenggal ayat Al-Quran dan hadist sebagai pengingat untuk kita:
Qs Qaaf 50 : 16
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya
Qs Ali- Imron 3:154
.......Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.
Qs Az-Zumar 39:68.
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)
Qs Al-Kahfi 18:110
.... ." Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya."
“Apabila diingat Aku oleh hamba-Ku pada dirinya, niscaya Aku mengingat dia pada Diri-Ku. Apabila ia menyebutkan Aku dalam kumpulan orang banyak, niscaya Aku akan menyebutkan dia dalam kumpulan yang lebih baik dari kumpulannya. Apabila ia mendekati Aku sejengkal, niscaya Aku mendekatinya sehasta. Dan apabila ia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku mendekatinya sedepa. Dan apabila ia berjalan kepada-Ku, makan Aku berlari kepadanya” (Al-Hadist)
Seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah saw, ”Wahai Rasulullah..Di manakah Allah? Di bumi atau di langit?” Rasulullah saw menjawab, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Tidak termuat Aku oleh bumi-Ku dan lelangit-Ku, dan termuat Aku oleh qalb hamba-Ku yang mu’min, yang lemah lembut, yang tenang-tenteram,’” (Al-Hadist)
“Siapa yang mencintai bertemu dengan Allah, niscaya Allah mencintai bertemu dengan dia” (HR Bukhari-Muslim)
*************************
NB:
Mba..kuncinya ada di dalam diri kita masing2..
Kita juga kangen, denger kabar mau kerja di luar, itu teh Bener? Kalo di sini udah stuck gitu?..jauh sekali kalo ke luar...sok cerita atuh keadaan diri mu..tulisan mba masih ambigu buat olint, belum spesifik tentang persoalan yg sedang dihadapi oleh dirimu...
Tulisan di atas sama sekali ga bermaksud untuk menggurui...ini lagi ngajar ke diri sendiri juga.
Mohon maaf kalo ada kata yang kurang berkenan...
Tulisan lain untuk mba : sahabatku
Miss U...
wasalam
dzihni firuz
0 komentar:
Post a Comment