Ini tentang Aku...
Masuklah ke dalam rumah dan kenali siapa didalamnya… Jangan hanya sekedar menata dan menilai perkarangan rumahnya saja…karena sampai kapanpun kamu menilai dengan cara itu…kamu tak akan pernah mengenal siapa penghuninya….
2/25/2012
Puisi terakhir Rendra
tadi ngebaca salah satu status sahabat, yang isi komennya ngebahas tentang puisi Rendra...sungguh isinya menyentuh, dan memang kita bukan siapa2..tiada daya...semua hanya titipanNya...;'( alhamdulillah Allah selalu mengingatkan entah dari keran manapun, dan mengalir lewat sebuah status di fb :) trims mba Icha :)
PUISI TERAKHIR RENDRA
Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.
“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”
sumber : http://www.nasehatislam.com/?p=912
puisi yang menggetarkan...bahwa siapakah yang berkuasa di dalam hati ini ? Dia kah yang selaku Pemilik seluruh komponen yg ada di alam semesta termasuk jasad dan jiwa ini? ataukah titipanNya yang selalu nyata berada di dalamnya?? Ya Allah...tiada daya...semua yg ada di hati ini berada dalam genggamanMu...jika ada terlintas selainMu...ini karena besarnya hijab ku padaMu yang menghalanginya krn kesalahan dan dosa2...
Ya Allah...ingatkan aku selalu bahwa suatu saat aku akan berpulang ke kampung halaman tanpa membawa semua materi2 yang ada disini....;'( benar sekali bahwa amal dan AlQuran adalah teman sejati kelak kita di alam selanjutnya...Ya Allah...jiwa ini penuh noda...ampuni aku...;'(
wasalam
dzihni firuz
2/24/2012
Rayuan Go embal
istri : mas...selera mas itu bagus yah, ga pasaran :)
suami : maksudnya gimana Ly?
istri : iyah dalam milih barang pasti ga mau asal...nyari bahan yang nyaman...
suami : ooh gitu yah? ...
istri : pantesan dapet istrinya juga kaya aku...
suasana Hening....asli HOROR....
dalem hati "ko hening yaa...hahahahhahaha :D "
wasalamdzihni firuz
7/14/2011
Memang Lidah Tak Bertulang....
Kedoya Elok
14 Juli 2010
04:41 pagi
Salaam…
Ditengah suasana sepi dan sayup-sayup suara orang yang sedang mengaji menyambut adzan subuh, aku terbangun..Hari libur kedua dari aktivitas harian…yaah rasa mules dateng lagi di awal siklus bulanan, sehingga membuatku sulit memejamkan mata, terfikir apa yang harus kulakukan dan aku butuh untuk menulis…hal yang sering terlupakan saat ini.
Saat ini aku merindukan sanak keluargaku di bandung, kakak-kakak dan adikku yohan, merindukan canda riang keponakan-keponakanku yang sudah tidak sedikit lagi, merindukan orang tuaku yang apa adanya, merindukan masakan ayam balado buatan mamah yang rasanya berbeda dengan masakan lain, namun aku suka J. Aku sayang mereka walau masih banyak kelemahan untuk mengungkapkan rasa ini..aku merindukan kebersamaan yang semoga tak pernah ada lagi ada permasalahan ego remaja seperti dulu karena masing2 sudah dewasa dan berkeluarga, dan aku merindukan hal itu.. saat ini rasa rindu itu hanya mampu tersalurkan lewat telpon dengan mereka. ..
Hmm…terfikir soal lisan, kemarin aku dikirim bbm oleh adikku yohan mengenai menjaga lisan..yah isinya yang saling mengingatkan soal bahaya Lidah, dan hal ini cukup menyentuhku..karena ini hal yang biasa terjadi dan kita lakukan baik sadar ataupun tidak. Aku pernah dengar lirik lagu lawas yang kutipan baitnya “Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata”…yah itulah uniknya lidah, nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Tak bertulang, dan bebas untuk berkata-kata. Apa yang dikeluarkan adalah mencerminkan apa yang ada di dalam hati kita. Namun kelebihannya bisa menjadi kekurangan bagi yang memilikinya.. sekedar kutipan dari beberapa pertanyaan yang diajukan kepada muridnya yang salah satunya adalah mengenai lidah, isinya :
Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya, lalu beliau bertanya “Apakah yang paling tajam di dunia ini?” dan murid-muridnya bertanya dengan serentak “Pedang”, “Benar, tapi yang paling tajam adalah Lidah manusia, karena melalui lidah manusia dengan gampanganya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri”
Ternyata lidah adalah benda yang paling tajam jika dengannya, sebuah kalimat yang dikeluarkan bisa menyakiti hati dan perasaan orang lain, entah perkataan anak terhadap orang tua, orang tua terhadap anaknya, istri terhadap suami, suami terhadap istri, seseorang dengan kerabatnya, atasan terhadap bawahannya dan sebaliknya.
Dengan lisan apa yang keluar bisa berupa kata-kata baik dan santun, bisa berupa kalimat kritikan, komentar, pujian, makian, kesal, dll. Karena lidah adalah penyambung ungkapan rasa yang berada di dalam hati kita. Tak elak kita sering mendapatkan perkataan yang keluar dari lisan seseorang setiap saat kecuali kalo memang kita tinggal di sebuah gua, sendirian dan tak ada orang yang berada disekitar kita. Sebuah interaksi menghasilkan komunikasi yang terjadi diantara kita dengan orang lain, sehingga tak dapat dihindari lagi kita selalu menangkap sebuah ekspresi dari maksud dan ungkapan rasa seseorang.
Pernahkah kita mendengar seseorang yang selalu berkata kasar? Atau pernahkan menemui seseorang yang berkata halus dan lemah lembut? Hanya kita yang bisa merasakan itu, karena masing2 dari kita terbentuk dari lingkungan yang berbeda dan cara pendidikan yang beragam entah dari orang tua, lingkungan rumah, atau sekolah. Sehingga setiap orang dapat menangkap sebuah maksud dan rasa yang berbeda pula.
Jika ada seorang yang besar di sebuah lingkungan anggap saja terminal ataupun pasar, bertemu dengan seseorang yang terbiasa dengan lingkungan masjid ataupun dibesarkan dari keluarga yang terbiasa santun, sungguh itu suatu hal yang kontras terjadi sehingga kedua orang ini bisa sangat kaget dan aneh ketika berhadapan dengan kalimat-kalimat yang berbeda.
Namun ketika ada sebuah perkataan yang keluar sehingga menyakiti si penerima, itu yang perlu kita waspadai. Karena ucapan lidah kita mampu menembus ke hati dan menyentuh rasa seseorang, entah rasa sakit, haru, nyaman, tenang, sehingga respon penerima diantaranya ada yang merasakan dengan ucapannya membuatku tenang, atau ucapannya membuatku semangat dan termotivasi, bahkan sampai ucapannya membuat hatiku sakit rasanya. Sehingga ketika lidah yang terucap dan mampu menembus perasaan si penerima dan ketika si penerima tersakiti maka itulah yang membuat lidah itu sangat tajam melebihi sebuah pedang.
Seseorang dengan lidahnya yang telah menyakiti bagaikan sebuah paku yang ditancap kepada sebuah kayu, hari pertama anaknya menyakiti ayahnya..dan ayahnya mencoba menancapkan pakunya ke kayu, hari kedua dia menyakiti lagi, kemudian ditancapkannya lagi paku itu.. hingga hari2 selanjutnya, anak it u terus menyakiti perasaan bapaknya sehingga paku yang tertancap memenuhi kayu tersebut. Suatu saat anak itu meminta maaf atas perkataan yang telah menyakiti hati bapaknya…dan bapaknya pun mencabut semua paku yang tertancap di sebuah kayu tanda bapaknya memaafkan sang anak, namun apa yang terjadi? Paku itu tidak ada, namun bekas tancapan yang berada di kayu itu masih tersisa, itulah mengapa sebuah ucapan yang telah terucap dan menyakitkan si penerima tidak dapat ditarik kembali, dan waktupun tak bisa diulang kembali. Hanya kelapangan hati dan rasa memaafkan sang bapak yang bisa mengobati rasa sesal anak itu.
Seperti apakah sosok Rasulullah saw? Yang kudengar beliau sosok yang santun, yang sangat menjaga lisannya, sosok yang lemah lembut, bahkan tegas ketika menyangkut kebenaran.. semua sifat yang proporsional.. ketika bercanda tak berdusta, tidak melebih-lebihkan, tidak menyakiti perasaan si penerima. SubhanALLAH….apakah setelah beliau ada yang meneladani sifat2nya? Sifat yang baik bahkan dengan menjaga lisannya? Semoga kita bisa meneladani sifat2 dan ajaran yang disampaikannya…amiin…
Dengan lidah, sesuatu yang kecil dan tak bertulang, dengannya bisa menjadi ketaatan yang teguh dengannya bisa tertipu karenanya, tiada terlepas daripadanya selain dengan diam.
2/01/2011
curhat...ga...curhat...ga jadi :D
kaga niat ini mah...abis misua di depan laptopnya...jadi aja olint juga nemenin sambil ngeblogs aja...jam nunjukin pukul 00:32...masih direcokin ma suara TV nyambi nonton CSI Miami...sambil FB chat ama teh ulie,,,hihihi...seneng juga bisa ngobrol..dah lama aku terisolasi ama dunia maya (majas hiperbola parabola)...kekeke...
ya sudah begitu aja..hanya melepas sejenak...itung2 ga bikin jempol nganggur...
dadaaah...sambil memandang akangku yang kasep
*kaga ada yg muji selain istrinya....hihihihi
wassalam
12/23/2010
My Status in 2010
12/04/2010
Ngisi diantara kesibukan
11/28/2010
Hari ultah mba Esti :-)
My story two years ago...
18:45

Salaam…Topik bagus nech…ciyeeh…kekeke…(itu mah kata olint aja) hihihi..abis selama ini belum pernah share loh tiba2 di blogs, status olint dah nikah aja…tanpa kabar, hilang dr peredaran tiba2 status “unavailable” lagi…dulu pas kerja di kantor juga ga sempet nulis2…paling inget pas lagi istirahat saking sakaunya pengen curhat…paling curhat ada es podeng ama bang udin nya…hehe (OB x-kantorku dulu)…dah itu udah aja ga ada kabar…krn di kostan sisanya capek..boro2 mau online…dulu ga bisa ol juga sih..dikantor juga ga sempet… nah sekarang nih waktunya untuk share..mumpung dikasih keluangan, misua lagi itung2an…(sambil berharap semoga yang si akang baik2 saja n kerjaannya selalu dimudahkan, dan Allah selalu merahmati dan memberkahi langkah beliau…amiin)….
Biasaaaa…olint yg dulu ma yang sekarang masih sama….untuk mulai intinya,,,pasti aja basa-basi dulu…---what???!! Basa-basi??!! Ga lah…itu mah prolog…enak aja bilang basa-basi!!! Naoon deui…asa ngebela diri ga puguh gini…tiba2 marah…eh ga boleh marah..ntar uratnya mengkerut loh…;P
Dulu waktu kuliah olint sempet aja kefikiran nikah itu kaya gimana yah? Ah nanti kalo udah ber RT baik nya kita harus gini…trus ke suami seperti ini…yup itu dulu pas olint bertanya2 soal seperti itu…mencari2 artikel biasanya bertema2 tentang pernikahan…”ooh Tidaaks…anak kuliahan mikirnya pengen nikah!! Hihihi…-eh jangan salah kira, dilingkunganku banyak temen2 yang p
as kuliah udah nikah, bahkan pas lulus pun banyak yg tiba2 memutuskan menuju ke sebuah gerbang itu” sedangkan olint?? Hihihihi…jadi pengen ketawa…olint hobbynya ngumpulin artikel tentang pernikahan..bagaimana pernikahan yang ideal…bagaimana hak n kewajiban seorang istri ke suami, bahkan sebaliknya…kekekeke, walaupun keinginan untuk nikah sendiri masih bingung…ky belum ngebet banget walau kdg kepikiran…hohohoho… :D…luchu juga,,,sambil baca,,mengamati..bertanya2 siapakah gerangan suami kita kelak…blablabla…(ck ck ck….ada2 aja…^^ )
Dan persaat ini aku mengomentari bahwa anggapan praktek itu tidak semudah teori adalah emang ada benarnya…karena apa??
Begini ceritanya (jadi keingetan sinetron misteri di TV):
Kisahku ini sangat aneh n mengejutkan…..Jrennkkk,,,,(iih ai olint??!!! Bahasanya aneh pisan…- ngetik sendiri koment sendiri-red)…semenjak lulus kuliah alhamduliLLAH Allah ngasih jalan..tanpa waktu lama tiba2 olint ada panggilan kerja ngelewatin 7 tahap seleksi interview,,cerita cepetnya sih akhirnya aku keterima kerja di Jakarta (walau banyak cerita lalu yang cukup aku simpen, bagaimana seseorang yang baik selalu support, ngasih masukan, nemenin waktu olint saat itu…semoga Allah selalu memberi Kebaikan untuk beliau…trims RDW ;’-) )…ups…lanjut….tarik nafas...
Olint sempet kerja kurang lebih setahun di perusahaan BUMN…hari demi hari sih hanya diisi oleh rutinitas pekerjaan..weekend istirahat n nyuci, kadang belanja pakaian kerja or refresh ma temen kantor…selama berjalannya waktu…secara gitu loh!! Kostanku kaga ada TV n radio…hehehe…jadi dunia ini serasa di gua…yang ada hanya suara olint sendiri…terkadang kalo lagi pengen curhat yah kerjaannya ngerekam video via hp…or kalo ga calling2 ma temen2,,,untuk nulis sepertinya ga dulu…soalnya jari2 jempolku perlu istirahat sejenak (lebayy pisan)….
Singkat kata sih ( Singkat???—ini kepanjangan Lint….)…dulu paling mengenal orang lebih banyak via mobile phone,,,alias telepon..krn jarang ketemu bahkan ada yg ga ketemu juga,,,minimal bisa sharing,,bisa diskusi, tuker fikiran atau apapun…dan olint menikmati itu semua…cewek or cowok…minimal mereka yang punya kerjaan n ngelepas penat dengan bercerita ketika di rumah dan hanya media telepon…dan itu banyak mengisi hari2ku yang hidup sendiri tanpa sanak saudara di Jakarta…
Olint ga mau detil sih ceritanya…yang pasti dengan berteman kita bisa mengenal apa yang mereka fikirkan, apa yang mereka rencanakan, bahkan lebih ke tingkat diskusi…walau dicampuri obrolan tentang masa depan…(dan aku kefikiran temenku almarhum BF..yang dulu sempet ngobrol n cerita ttg kerjaan or masa depan…dan kita ga pernah tau kapan Allah menutup usia kita di dunia ini- semoga Allah mengampuni dan menerima amal baik beliau…amiin)..dan untuk status pacaran??
Nah itu…olint sendiri ga matok untuk pacaran..lebih ke membuka pertemanan, mengenal orang, mengenal permasalahnnya…dan itu menarik untuk olint…ketika kita hanya sedikit memberi masukan ternyata hal itu sungguh berharga bagi yang lain..bahkan sebaliknya…dan kami belajar bagaimana caranya untuk menghargai hidup dengan baik (walau masih ngeblank dan butuh banyak pembelajaran). Dan ketika ditanyai tentang hubungan olint lebih mencari orang yang mengajak menikah..dan kenyataannya ternyata beberapa dr mereka pun serius mengajak menikah…
Entah kenapa…ketika ditanya kriteria apa yang olint cari…olint sendiri ga bisa jawab…dan ketika tahu pun aku ga bisa mengungkapkannya…beberapa temen nanya, secara masuk akal sih dibilang fisik bagus iya, dibilang materi cukup iya, dibilang orang baik iya…trus apa sih yang olint cari?? Nah itu bingung…aku sendiri ga bisa jawab…dan ketika aku ditanya tentang keputusan yah aku ga bisa memutuskan…hanya bisa sebatas pertemanan…Walau dalam hatiku ada hal yang tersimpan…aku hanya berharap kelak pasanganku adalah pasangan yang Allah berikan…Yang terbaik bagi olint menurut pandanganNya….dan tahap demi tahap entah kenapa aku memutuskan untuk tidak menerima ta’aruf dari 4 orang ini..
Susah sih…mau gimana nentuinnya?? Saat itu aku masih ngeblank…dan hanya mengalir, 4 orang menghilang…dan beberapa orang masuk dalam hari2ku…dengan niatnya yang serius…dan ga bohong, aku pun ga menangkis bahwa aku punya rasa pada salah satu mungkin beberapa…ada simpatik, ada rasa kagum, ada rasa “merasa nyambung kalo ngobrol”…tp yah aku pun blank akan rasa itu…apakah itu rasa yang Haq atau memang rasa yang tumbuh karena hawa nafsuku…dan itu mempengaruhiku,,,sangat mempengaruhi hidupku…aku pilah2,,,aku ingin rasa yang Haq,,,dan aku blank….
Entah kenapa suatu saat…ketika aku merasa stuck akan rutinitas yang ada,,,tiba2 aku rindu akan sebuah majelis..aku rindu untuk pencerahan…rindu untuk semuanya…setelah berbulan2 lamanya. Tanpa berfikir panjang kemudian aku mengubungi teman yang ada dijakarta. Singkat cerita aku bertemu dengan mba Ayu (nama inisial) dan Minggu sepulang lembur kantor kemudian kami bertemu di sebuah tempat.
Dan beliau ga sendiri…ditemani seorang ikhwan yang ternyata mau pergi juga…dan tgl 1 Juni 2008 itulah awal kami bertemu…tanpa aku berfikir panjang (dan aku hanya berfikir si ikhwan itu calonnya mba Ayu) karena jarak dari pusat ke tempat tujuan jauh yah akhirnya kita bareng ke suatu tempat untuk merelaksasi hati (belum nemu istilah yg tepat :-) )
Singkat cerita…ternyata ikhwan ini lah yang saat ini kelak menjadi suamiku… dan proses menumbuhkan rasa itu sangat singkat…hanya berbulan2…meyakinkan diri, istikharah, dan ternyata akang melihatku sebelum mengenalku/ bertemu denganku …………..
Waah si akang udah dateng….aku harus kebawah ngebukain pintu dulu yah blogs….ntar kita lanjutin lagi…sekaligus makan malem dulu…udah kekerebekan….dadaaaah :D
23:43
Cins…aku kembali….:-) hehe tadi rehat sejenak…makan malem dulu…di Jun Nian…sempet mau nonton tp kefikiran..lagi pengen hemat (hihihi…sekarang mah mikir)…lagian si akang baru pulang itung2an…jadi sepertinya tampak lelah..kasian juga kalo dipaksain nonton :-)..akhirnya kita balik arah pulang..yah Saturday night diisi oleh makan malam n nyobain pick up baru nya akang….suspensinya kalo ngelewatin polisi tidur berasa lagi outbond,,,hehehe tp yah nyoba sesuatu yg baru itu menyenangkan asalkan hati kita berdua pun ikut seneng :-)
Whoiii…balik ke topik!!!
(galak amat sih!!) hihihihi…sekarang olint lebih tegas dari biasanya :D
Ok…lanjutin yg tadi….so he saw me in his dream, and I believe it's not just a dream but like a real vision. but I need time to this process. When someone asks "why are you convinced that he saw you in that dreams?" I’ve just answer "I do not know, I thought I was permitted to know him and receive his character" (hapunteeen pisan…ini bahasa inggris jangan dicontoh…ga baik buat kesehatan…sok sok an bahasa inggris…hehehe da gimana lagi…abis kalo indonesia asa fulgar pisan” kekeke sama aja padahal…setidaknya org amrik pun mungkin ga akan ngerti kalo baca kalimat ini…(emang siapa yg mo baca…ngaco…kekekeke:D)…dan aku butuh waktu untuk meyakinkan itu semua…secara nyata aku punya “rasa” (yg aku pertanyakan soal rasa hawa nafsu atau haq) ama salah satu temenku…tapi dengan berjalannya waktu…muncul sesuatu yg aku fikir ini sebuah jawaban.
Yup suatu malam…sebuah kejadian seolah menjawab pertanyaanku…di sebuah tidurku…yup detilnya aku ga cerita…yang pasti ko aneh in my dream aku memilih ikhwan ini tp secara nyata aku merasa bahwa aku belum punya ‘rasa suka’. Ternyata tanpa kusadari bahwa dengan aku mengenalnya, aku mau menerima sifatnya yg apa adanya (untuk org yg pertama kali kenal mungkin sangat kaget akan satu karakter)..entah kenapa aku dipermudah untuk mengenalnya dan menerima sifatnya..(yang notabene aku dulu suka ilfilan ama org). Sungguh Ironi!!! (cieeeeh bahasanya euy…hahaha)…
Dan ketika kubangun…aku bertanya..ko aku milih ikhwan ini yah? Secara di sini aku ngerasa suka sama temenku ini…SubhanALLAH…apakah ini sebuah jawaban?? Dan ternyata aku mulai memohon agar rasaku ditumbuhkan, diperkuat, dan diberi kemudahan untuk menjalankannya… jika memang benar ini pilihanNya yang terbaik untuk aku…..
Dan aku sering mendengar kalimat…”Yang terbaik bagiNya belum tentu yang terbaik bagi kita..begitu juga sebaliknya” akhirnya aku menyerahkan ini semua…dan menjalaninya bak air yang mengalir…”kemanakah Engkau akan mengiring perjalananku Yaa Rabb”…akhirnya sejalan waktu..aku semakin diyakinkan kembali…walau perjalanan ini tidak mudah bagi kami…butuh adaptasi untuk mengenal sifat n karakter masing2….
Namun…ketika kehendakNya terjadi, maka seluruh alam akan mendukung semua ini terjadi…dalam proses khitbah, resign (sampei ga bayar penalty), proses pernikahan (undangan ga bayar, catering murah dan makanan enak, perias pengantin n gratis cuma2 baju pesta bahkan sampai kondisi cuaca) pun semua dipermudah…SubhanALLAH..alhamduliLLAH… AllahuAkbar…malam itu…Minggu, 19 Jumadil Awal (15 Maret 2010) pkl 19.00..akang ucapkan ikrar perjanjian untuk nikahin olint…dan malam itu malam yang indah…bulan menampakkan sinarnya yang keemasan…seolah menjadi saksi pernikahan kami (kali ini boleh kan rada romantis bahasanya??)…walau sore hari n hari2 sebelumnya kita sampai kefikiran soal cuaca yang hujan diiringi petir n angin….Maha Suci Allah, Segala Puji Hanya untuk ALLAH…ALLAH Maha Besar….
Dan hingga saat ini kami menjalankan pernikahan ini…dengan segala kejadian, ujian, pembelajaran, pengenalan, perbaikan, canda, tawa, luka, dan sedih..Semoga Allah menaungi cintaNya agar kami selalu mencintai karenaMu…dan mencintaiMu dengan segenap hati ini yaa Rabb…bimbing kami dalam perjalanan ini dan luruskanlah niat kami hanya untukMu…amiin Yaa Allah Yaa Rabb ‘alamiin…
Ketemu pertama kali : 01 june 08, Khitbah : 05 Oct 08, Akad : 15 Mar 09, Resepsi : 21 Mar 09.
Dan ketika kehendakNya terjadi, maka seluruh alam akan mendukung semua ini terjadi….
Wasalaam...













