Toko 6 lantai
Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di kota New Yorkdimana wanita dapat memilih suami.Diantara instruksi2 yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut.
"Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI"
Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami.Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelaki tersebut. Bagaimanapun, ini adalah semacam jebakan. Kamu dapat memilih lelaki di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untukkeluar dari toko..
Lalu, seorang wanita pun pergi ke toko "suami" tersebut untuk mencari suami..
Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 1 :
Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan
Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 2 :
Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,dan senang anak kecil
Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.
Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 3 :
Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,senang anak kecil dan cakep banget.
" Wow", tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik.
Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan
Lantai 4 :
Lelaki di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat padaTuhan, senang anak kecil, cakep banget dan suka membantu pekerjaanrumah.
"Ya ampun !" Dia berseru, "Aku hampir tak percaya"
Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 5 :
Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan,senang anak kecil, cakep banget, suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis.
Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali kelantai 6
dan terdapat tulisan seperti ini :
Lantai 6 :
Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012.
Tidak ada lelakidi lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas.
Terima kasih telah berbelanja di toko "Suami".
Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari yang indah buat anda.
(dapet milist dari temen)...hmmm...
wasalam
dzihni firuz
Sejenak...Sesaat...n Sebentar
Selasa, 8 Juli 2008, jam 12 lebih 5 menit siang hari teaa...
@ Kantor Milik "Pemerintah"(Ih Olint....Narsis!!)
....trus pemerintah milik Siapa?? (udah taukan MILIK SIAPA???)
Salaam...
Hmm…it’s time to Relax,,,
disadur dari judul lagunya the Offspring…sejenak ingin meninggalkan segala rutinitas kantoran…
This Is Life…bagai siklus yang terus berputar tak pernah berhenti…bagai metamorphosa seekor ulat menjadi kupu-kupu indah dan diakhiri oleh sebuah kematian…But...inilah hidup...tapi aku bukan kupu-kupu, setelah matipun metamorphosa terus berlanjut tanpa henti…entahlah…setiap manusia mengalami fase2 hidupnya masing-masing dengan kadar yang berbeda dengan manusia lainnya..n aku hanya seorang manusia kecil yang tak ada apa2nya dibandingkan dengan besarnya KekuasaanNya…Hmm..seperti biasa, anak nakal…aku ingin kedamaian, tapi aku sendiri tak bisa paham akan diriku sendiri… Disini bergejolak, saling merebut, hmm…aku inginkan cinta…tapi aku sendiri tak bisa mendefinisikan apa itu cinta…yang pasti cinta akan bermuara ke Sumber Cinta…dan perjalanan ini terasa lama…karena aku terseok akan kefakiranku akan sebuah pertolonganNya…..
Hanya sekedar sharing sejenak....
""Cinta""....nanti aku ngomongin kamu lagi ya...soalnya Bang Udin OB ku udah dateng ngebawain Es Podeng n Rujak Buah....kasian es podengnya kalo dikacangin (tapi kan es podeng pake kacang lint??--eh maksud dikacangin tuh dicuekkin-- angger dialog sendiri!!!), kan dia butuh cinta dari aku juga...hehe olint!!! ^_^
Wassalam
Jakarta...oooh..Jakarta
Salam…
Sudah Berapa Bulan yah Olint ga pernah ngetik2 lagi?…jarang dua2an ama Ms Word perihal curhat about diri ini…(wah ancur lebur juga kalimatnya)…yah biarkan lah…walau kata2nya ga baik untuk dikonsumsi sama orang kantoran…yang penting aku bebas berekspresi n mengemukakan isi hati…ga ada yang bisa mengoreksi spasi yang menjorok ke kanan or kiri…hehe…
Yah….akhir2 ini (sebenernya ga akhir sih)…aku dihadapkan dengan sebuah fase kehidupan yang sangat berbeda…Ehm….enak!!...nano-nano banget!! Subhanallah!...keren!!..entah apalagi kata2 yang mesti aku ungkapin…yang pasti mix n match kalo soal rasa…campur aduk…
Bener juga apa kata seorang teman…bahwa bekerja di Metropolitan bisa membunuh karakter….yah sadis juga sih kalo ngomongin tentang bunuh-bunuhan…Ada yang bilang juga kalo Jakarta adalah tempat yang enak untuk mencari penghasilan, bahkan aku sendiri berpendapat..Jakarta membuat orang berubah jadi Robot berjalan…Wuih!! Serem juga…Kalo orang yang bener2 ga kuat..mereka bisa terlena dengan aktivitas dan rutinitas yang terus menerus…bahkan celetukanku yang tiba2 “Kayanya kita bakalan tua di kantor” (Astagfirullahaladziim)…Begitu sadistik (bahasa apa tuh??!)…Memang bener juga…Jangan salahkan Kota “Jakarta” Lint…entar orang takut lagi pergi ke Jakarta…padahal Jakarta baik2 aja ko…yang ada sih dengan pola fikir dan gaya hidup yang hampir menjamur dan membudaya, kalo ga kuat bisa2 pekerjaan yang mengatur kita…
Banyak kutemui pendapat2 para wanita/cewe/perempuan n sejenisnya yang telah merasakan bahwa nikmatnya mengejar karir dibandingkan hanya hidup sebagai seorang Ibu Rumah Tangga..”Wanita tuh jangan mau kalah dengan kaum pria”…ehmm…Aku sih hanya mendengar dan mendengar…entahlah??! No Comment soal itu…yang pasti Aku hanya ingin bekerja dengan baik dan berusaha tak ingin memiliki ambisi apa2…Aku ingin berusaha menjalankan fungsi yang saat ini sedang aku hadapi…tapi soal Persepsi tentang karir n temen2nya, aku tak ingin memiliki pemikiran dan pendapat yang ternyata akhirnya berujung terhadap “Apakah Allah Ridha dengan apa yang aku fikirkan?...yang akhirnya akan menjadi waham yang melekat.
Pada dasarnya manusia baik…namun ketika kutemui karakter2 yang bervariatif…ternyata sikap dan sifat dalam bekerja bisa saja berubah ketika berada dilingkungan pekerjaan…awal2 aku bingung…sungguh!!...aku melihat bahwa sifat dasar kita bisa tertutup dengan sikap ketika bekerja…(masih bingung yah maksud olint apa??)..pertanyaan awal yang keluar dari benakku “Kenapa yah dalam bekerja, ada individu yang hanya peduli pada pekerjaannya masing2?” hanya mengejar target untuk kemajuan dirinya sendiri…sedangkan ketika rekan kerja lainnya butuh bantuan…seakan2 membantu hanya sekedar basa-basi…namun pertanyaan itu terjawab sudah…aku sedih…bahkan beberapa temanku pernah berkata…bahwa “jangan kaget lint kalo di perusahaan ada yang saling berkompetisi…syukur2 kalo positif…tapi kalo negative bisa berujung saling menjatuhkan..makannya harus hati2”…ehm, no comment!!
Yang pasti Aku ingin bekerja dengan baik…Aku ingin dengan pekerjaanku ini, Allah Ridha akan ini…walau awal2 aku banyak mengeluh…(Ampuni aku Ya Allah)….Aku yakin bahwa ada pembelajaran disetiap detik dalam hidupku….Olint jangan sakit hatinya yah^_^...kalo ada yang bilang gimana2…orang bilang nyelekit, orang ga pedulian, orang mikirin diri sendiri kan hakikatnya udah diIzinin Allah…yang penting gimana olint nyikapinnya…kalo olint ngerasa sakit hati…berarti hati olint sedang sakit..hehe bulak-balik…
wasalam
dzihni firuz
Untuk Mba Sugar dan Dek Hilmy
Salam...
Untuk Saudaraku di sana...
"Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan bagi kedua orang tuanya
dan sebagai simpanan yang akan memberi syafa'at (pembelaan) yang dikabulkan.
Ya Allah, tambahkanlah dengannya, timbangan kebajikan kedua orang tuanya,
perbesarlah pahala mereka, dan pertemukanlah ia dengan orang-orang yang
terdahulu dari orang-orang mukmin yang sholeh, jadikanlah ia sebagai
tanggungan Ibrahim dan lindungilah ia dengan rahmat-Mu dari adzab neraka
jahiim".
Ya Allah...Terimalah amal shalehnya...ampunilah dosanya...dan hapuskanlah segala kesalahannya...
Ya Allah...Lindungilah dan Lancarkanlah perjalanan mereka di sana...
berilah kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkannya...
===================================
Selamat Jalan mba sugar dan Hilmy....
Liriknya Bang Arso
Kamis, 18 Oktober 2007
Malam ini tumben sepi banget…padahal masih jam 8 lebih 20 menit.
Jadi inget lirik lagunya Ari Lasso…”Segala yang terjadi di dalam hidupku ini adalah sebuah misteri Ilahi…”..Ga sengaja aku ngebaca-baca tulisan2 yang dulu…tulisan 3 tahun yang lalu…emang aneh sih…ko bisa yah aku nulis di mana aja…sampei saking banjirnya tulisan, ga inget tempat, asal nulis…walau itu buku bukan untuk curhat-curhatan…tapi buku tentang lirik lagu…maklum…3 tahun yang lalu seneng aja nulis2 lagu…emang mungkin lagi musimnya kali…padahal MBS (Music Book Selection) udah terbit…yah namanya juga Anak Baru Gede alias cikur mencari jati diri pengen mencari arah hidup…dulu sih cita-cita udah gede pengen jadi anak Band…tapi pas sekarang malah jadi pengen ngetawain diri sendiri…ko NgeBand jadi cita-cita ya?…tapi luchu juga baca-baca…ternyata tulisan itu ga jauh berbeda dengan topic yang sama…tapi dengan berjalannya tahun topic itu semakin berkembang…yang sebelumnya aku ga pernah nyangka bakalan terjadi seperti kejadian yang sedang dialami saat ini…Yah kalo dibikin sinetron sih…kaya Sinetron Tersanjung 6…hehe…tapi dikehidupan asli kayak gini, Adam Jordannya kagak maen…
Tulisan lalu yang kini aku baca sih masih fase-fase bertanya2…tumben…nyambung banget ceritanya…tapi entahlah…belum nemu endingnya yang pas gimana…Wah kalo aku mikirin ending dari kehidupanku…kayaknya ga kan bisa ditulis dibuku…toh abis meninggal juga kita ngalamin fase perjalanan lagi...kalo menurut nakalnya aku sih…mungkin di alam barzakh aku gak bakalan sempet cucurhatan kayak gini lagi...Ya Allah jadi takut…kebayang apa yang udah selama ini aku kerjakan…banyak yang sia-sianya dari pada yang gak sia-sianya…cuman rahmat Allah aja yang bisa Mengampuni aku….
Tulisan ini ada tokoh utamanya…aku, dia, dan mereka…tapi sih yang udah pasti sutradaranya udah terkenal banget siapa lagi kalo bukan DIA…yang telah Mengatur alur jalan hidupku…Tapi emang bener…aku ngaku deh tokoh utamanya alias aku sering bandel…kadang gak pernah ngikutin apa kata Sutradara…pengennya terserah aku aja..kapan yah aku bisa jadi pemain yang baik yang ngikutin prosedur yang udah ditentukan?...entah juga…yang pasti kalo aku terusin tulisan 3 tahun yang lalu dengan tulisan saat ini…dengan topic yang sama…yah semoga jadi dokumentasi aja…jadi pelajaran buat anak cucu…entah anak cucu aku atau orang lain….tapi aku bisa ambil kesimpulan…kalo emang apa yang kita inginkan di dunia ini…yang kita kejar itulah yang akan kita dapat atau peroleh…tapi susah juga…untuk mengejar akhirat…karena itu butuh ilmu, niat, n usaha kita yang sungguh-sungguh, n the most important atas Izin dariNya…ehmm…berat juga nulis kayak ginian…yang pasti cokpis (cocok pisan) liriknya Bang Arso (Ari Lasso) kalo segala yang terjadi di dalam hidupku ini adalah sebuah misteri Ilahi….persaat ini aku seperti ini dengan keadaan kayak gini…tapi entah esok atau esoknya lagi…apa aku masih ada di sini? Atau berhadapan dengan orang-orang yang sama? Cerita yang sama?....yah sekarang juga masih bertanya-tanya…suka deg-degan….Eh Lint…tapi gak boleh khawatir dengan masa depan!!…jalanin perhari ini…yang nyata-nyata dulu lah….tapi susah juga sih megang ungkapam seperti itu….
Bismillah….
Just For Me!!
Selasa, 17 Oktober 2007 04:51 Pagi
Salam…
Akhir-akhir ini aku seolah-olah diingatkan oleh sesuatu…kalimat yang entah mengapa membuat diriku ini tergetar…aku merasa dijewer atau disinggung oleh kalimat ini…Bahkan ketika di rumah disaat aku menjalankan aktivitas keseharianku, aku mendengarkan kalimat tersebut yang anehnya membuat diriku menjadi tertarik dan ingin mencari apa artinya…yah kalimat tersebut yang dibacakan adalah
..kalimat yang ketika aku baca di dalam sebuah surat di Al-Quran mempunyai arti “dengan memurnikan ketaatannya kepada Allah dalam menjalankan Ad-Diin (Agama)”…kalimat yang menggelitik serta membuat terngiang2 kepalaku…Akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka index Al-Quran, dan ketika aku mencari kata dari arti kalimat tersebut…ternyata kalimat tersebut umumnya dikaitkan dengan kalimat:
· “…..mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya… “ QS 29:65
· “….mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya…” QS 31:32
· “…..Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya…” QS 39:2
· “Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama” QS 39:11
· “Katakanlah: "Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku." QS 39:14
· “….Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya…..” QS 40:14
· QS 40:65, QS 98:5….
Jujur…Aku sendiri masih awam tentang makna dibalik ayat tersebut… namun seolah-olah aku harus mencari tahu apa yang ada dibalik ayat ini…Mungkin Allah sedang Mengingatkanku dengan cara apapun…entahlah persangkaanku kepadaNya masih bermain…Astagfirullahaladziim…
Apa ini mengenai tauhid?...mungkin aku harus merenung dan mengevaluasi diri ini…entah mengapa aku serasa dicambuk karena kesalahan diriku…bagaimana dengan kehidupanku? Apa aku sendiri sudah benar-benar beribadah dengan murni yang menjadikan Allah sebagai tempat bergantung? satu-satunya tempat bertaut? Ketika sholat, ketika aku melakukan berbagai aktivitas..Apakah memang Allah lah satu-satunya yang ada dalam sembahanku? dalam ingatanku?... Astagfirullahaladziim…
Ya Allah…sungguh aku telah lalai dariMu….
aku tak pantas untuk melakukan ini….mungkin ini adalah ujian dariMu…hanya mungkin dan mungkin….
Aku pernah mendengar sebuah kisah tentang seseorang yang ingin selalu bertaut denganNya…dia selalu berdoa dan memohon dengan sungguh-sungguh agar Allah Memberinya rasa Cinta…dan rasa cinta itu hanya untukNya..dan ketika doanya dikabulkan..maka dalam setiap fikiran, rasa, dan segenap aspek dirinya…hanya ada Dia dan Dia…Sebegitu Maha IndahNya Dia…orang tersebut lupa untuk melihat aib orang, orang itu lupa untuk melihat keburukan orang…karena dia telah mengalami rasa Cinta yang luar biasa akanNya.
Perasaan yang bergejolak di dalam diri ini…seakan-akan jiwa ini menjerit…
Entahlah…apa mereka merasakan apa yang aku rasakan?...mengapa mereka bisa mencintai sosok selainMu dengan mudah?..sedangkan ketika rasa ini terhadap makhluk mulai tumbuh…aku seolah-olah menduakanMu…Seolah-olah rasa ini bermain-main diluar kehendakku…
Mungkin ini kelemahanku, karena ketika aku menyelami sesuatu, serius akan sesuatu aku seolah-olah tertarik oleh arus…aku harus berjuang sebagaimana kalimat di atas… “memurnikan ketaatan kepada-Nya”
Aku sangat bersyukur kepadaMu…atas Pemberian rasa ini…Bantu aku agar aku bisa memaknainya dengan baik, mencintai CiptaanMu karenaMu...sebagai persembahanku untukMu… Sungguh…aku ingin mengenalMu….
Ya Allah…terimakasih atas apa yang telah Allah hadirkan kepadaku….Bantu aku agar aku bisa belajar dan terus belajar…Bantu aku untuk memurnikan niatku hanya untukMu…walau aku sadar betul bahwa aku sangat jauh untuk mencapai tahap mukhlasin…
Hanya Allah Yang Maha Berkehendak…
Allahualam Bisshawab…
wasalam
dzihni firuz
Seputar Indonikah Buat Mba Em
9 juni 07, 05:31:56
Minggu, 10 juni 2007 merupakan hari yang bersejarah bagi kedua pasangan yang usianya berbeda hampir tujuh tahun. Sosok pendatang lama ( 5 tahun menjalin pertemanan – red ) yang tidak asing lagi bagi kita, kini telah melepas masa lajangnya dengan menggelar acara pernikahan di sebuah gedung BULOG yang bertempat di Jl. Sukarno Hatta No 711 A Bandung.
Mira Megawati kini telah dipasangkan dengan sosok pria yang akan menjadi calon suaminya (pertanggal sampai 9 juni 2007 -red) yang kini mulai diketahui identitasnya yang berinisial a’ AI . Detik-detik yang menentukan membuat jantung Mira semakin berdetak kencang.
Gadis yang kerap disapa mirots, mba, atau balik lagi ke nama aslinya Mira ini ketika ditemui oleh beberapa temannya mengatakan bahwa dirinya sedikitpun tidak merasa deg-degan, gugup atau panas dingin, tetapi ketika tim kami terus mengintrogerasinya, diperoleh data bahwa perasaan deg2an itu ternyata bukan sedikit, malahan banyak.
Isue tentang siapa yang akan menjadi calon suami Mira selama ini, ternyata terjawab sudah dengan dihadirkannya sosok a Ahmad Irfan sebagai pendamping hidupnya. Dan berita tentang kesimpang siuran tentang statusnya yang single kini tergantikan sudah, Mira pun kini menjadi seorang istri dari a Ahmad Irfan dan mau tidak mau mulai menghadapi posisi yang baru dalam hidupnya.
Menurut pakar pernikahaan yang terdapat di buku-buku ( sumber beli buku: Gramedia, istek, toko buku, dll - red) menjadi seorang istri memang sangat tidak mudah dikarenakan jabatan baru mulai berlaku bagi seorang yang sudah valid dalam akad nikah. Moment ini bahkan dapat membuat setiap pasangan baru membuat terobosan perencanaan dalam jangka waktu ke depan.
Selain harus mengganti marriage statusnya di profile situs friendster, Mira yang pintar pemrograman ini diamanahi sebuah tanggung jawab besar. Bukan hanya fungsi seorang suami yang tidak mudah, dalam hal ini fungsi seorang istri dalam kehidupan rumah tangga sangat dibutuhkan untuk menentukan kehidupan selanjutnya.
Peristiwa ini ternyata membuat dampak tersendiri bagi beberapa sahabatnya. Salah seorang diantaranya yaitu vika, sempat tertawa sendirian ketika memikirkan Mira akan menikah. Ike salah satu pelopor pernikahan dini pun sempat kaget dengan keputusan yang terkesan cepat ini. Nimas pun dibuat shock dan rela untuk menempuh perjalanan dari Cimahi menuju Bandung hanya untuk melihat bukti undangan tentang kebenaran pernikahan ini. Sedangkan Olint, hanya bisa terdiam dan membisu ( hehe- red).
Pendapat yang mencenangkan dikarenakan prediksinya yang cukup jitu, yaitu ungkapan seorang ibu yang bernama Ibu Lina ( ibunya vika- red ) yang akrab dipanggil mamah. “Mamah gak nyangka, ternyata sifat yang unik-unik cepet nikah yah, pertama ike yang tomboy n gesit dulu yang nikah, eh ternyata mira yang kebalikan dari sifatnya ike nyusul juga” ujar mamah yang turut berbahagia atas pernikahan ini.
Detik-detik Pernikahan
Pernikahan merupakan salah satu siklus yang tidak bisa dianggap remeh dalam kehidupan. Ini merupakan suatu Miitsaaqan Ghaliizan (perjanjian yang kuat) di QS 4:21 yang memang mempunyai kedudukan tersendiri. Bahkan di sebuah hadist pun pernikahan merupakan proses pencapaian ½ Din kita. Dan hadist tersebut mempunyai nilai sakral yang memang tidak mudah untuk dilakukan, makna yang cukup esensial.
Pernikahan idealnya merupakan penyatuan dua jiwa, menggabungkan dua karakter yang berbeda, pengungkapan dua pemikiran yang bervariasi, dan pembersihan serta peleburan setiap kekurangan. Dan uniknya disini dibutuhkan usaha yang besar-besaran untuk saling memahami dan menerima, bahkan memperbaiki kekurangan tersebut.
Bahasa informal tentang pernikahan…
Sekarang bukan Koran-koranan lagi ya, soalnya terlalu formal n mungkin bacanya malah jadi bosen n dijadiin sebagai artikel biasa… nah di paragraph ini…kalimat2nya tertuang sebagai ungkapan yang terdalam dari kita buat mira….
Kita tahu, selama 5 tahun kita temenan…pasti ada asam manis pengalaman kehidupan. yang ketika mengenal dibutuhkan rasa toleransi untuk saling memahami sifat masing-masing. Dari dulu sampai sekarang mungkin kalau diceritakan dengan detil gak akan muat dalam beberapa lembar…hanya catatan malaikat yang paling detil yang mencatat apa yang kita lakukan.
Bukan sesuatu yang baik, ketika kita membicarakan sesuatu kekurangan tentang seseorang. Dan bukan sesuatu yang baik pula, jika kita menutup telinga ketika ada orang yang mengungkapkan penilaian yang kurang tentang diri kita…karena kekurangan dan kelebihan sangat lumrah. Namun alangkah baiknya, jika sebuah pertemanan bukan sekedar menutup ketidaksempurnaan kita dengan kelebihan-kelebihan yang ada.
Seorang sahabat yang baik, bukan sekedar memuji akan kelebihan2..pujian itulah yang justru akan menutupi yang sebenarnya di dalam diri kita terdapat kelemahan. Justru seorang sahabat yang terbaik adalah sahabat yang bisa menjadi cermin yang jujur tentang diri kita. Cermin tak pernah berbohong..ketika kita ada kekurangan atau cacat di tubuh kita, cerminlah yang secara jujur dan real mengapresiasikan tentang kita ketika kita sedang bercermin.
Jujur, masing-masing dari kita semua banyak sekali kekurangan. Mungkin dikarenakan ini merupakan moment yang paling tepat dalam mengeluarkan apa yang ada di dalam benak kita, tentunya sebagai orang yang mungkin cukup mengenal mira, walau tidak bisa dibandingkan dengan keluarga.
Sungguh kita mohon maaf, jika dalam setiap untaian kalimat banyak yang tidak berkenan di hati. Namun, kita jadi berfikir juga..kapan lagi kita bisa sejujur ini mengeluarkan apa yang ada di dalam diri masing2..karena satu alasan yang kuat yaitu ‘kita sayang mira’.
Ada sebuah kekhawatiran atau perasaan yang orang sunda bilang ‘Nyaah’…apalagi ke seorang sahabat yang baik hati ini…dikarenakan hal yang prinsipil dan mendarah daging. Karakter yang sudah menjadi watak memang sulit untuk berubah, namun mengapa tidak jika perubahan ini menghasilkan indikasi yang sangat baik dan manfaat.
Dikarenakan moment yang tepat karena mira bukan lagi seorang anak, tapi seorang istri dari orang yang akan berjalan untuk mengisi waktu bersama-sama…
Mir, rumah tangga itu bukan sekedar bareng-bareng, ( makan bareng, tidur bareng, ibadah bareng, dll)..tapi lebih krusial dari itu…rumah tangga itu akan berwarna dan bermakna…yang insya Allah berkah, jika setiap aspek kegiatan kita dijadikan bahan persembahan kita kepada Allah..yah kalimat standar…yang sungguh sangat tidak mudah dalam mengerjakannya…
Pemikiran ‘simple’ bukan berarti kita mempermasalahkan itu dan menuntut mira untuk berfikir ruwet..pemikiran itu baik, namun jika ditempatkan pada kondisi yang tepat..Tidak selamanya yang kita hadapi harus dengan ‘simple’. Simple di sini yang kita maksud, adalah menganggap semua itu enteng..gimana nanti, yang seakan2 tidak ada usaha maksimal yang telah kita lakukan.
Apalagi ketika menjadi istri, pekerjaan rumah tangga itu cukup penting. Bukan karena pemikiran ‘simple’, - “gampang ko, ntar ada pembantu” atau “selama masih simple kenapa harus susah-susah”..jika itu anggapannya..”yah buat apa ada istri?”..apa sekedar sebagai orang menemani saja? Membantu membuat program? ..tidak, kecuali memang suami hanya menyuruh mira membuat program. Dibutuhkan kedewasaan, pemikiran yang bijak, kepekaan terhadap urusan rumah tangga, pelayanan yang terbaik dalam aspek lahir maupun bathin.
Kepekaan? Maksudnya?..ketika ada baju yang kotor, sampah yang berserakan di kamar, atau pun piring yang tertumpuk..kita sering mengandalkan orang lain untuk melakukan itu. Peka di sini, mungkin mira bisa ngambil kesimpulan…ketika kita masih mengandalkan sepenuhnya ke ibu dalam urusan rumah tangga..disitu dibutuhkan kepekaan, apalagi sekarang yang menjabat seorang istri dari suami mira adalah mira sendiri, bukan ibu. Bukan sekedar membuat nasi, membuat teh atau kopi, memasak, tapi dituntut lebih dari itu.
Ungkapan n tips dari kita…
Mungkin pesan2 dari kita sangat banyak dan sangat tidak berkenan…karena itu memang kumpulan berbagai persepsi dari kita buat mira.. sungguh ini apa adanya…jujur…dari sahabat…tak ada keinginan untuk menjatuhkan mira, justru inilah pesan dari beberapa sahabat yang sangat berharap yang terbaik bagi seorang mira…mohon jadi bahan perenungan.
ini sebagai ungkapan yang terdalam dari kita buat mira :
*****************CLOSED*************
*************************************
Sekian aja…semoga bisa memetik hikmah n pelajaran dari setiap kalimat ini..bukan berarti menjadi memupuk benteng ego untuk membela diri…tapi kita juga lebih banyak kekurangannya dibanding mira...yah kalo untuk kata pujian bagi mira, mira itu pada intinya seseorang yang baik n sabar…semoga sabar juga yah baca surat dari kita…yah paling kalau ada kekurangan dari kita juga..dengan senang hati kita terima kritikan sebagai bahan evaluasi n perbaikan diri
Mohon maaf lahir bathin atas ini semua…karena sekali lagi…’kita sayang mira’, n kita ga mau ngejerumusin mira. Satu kalimat terakhir :
“Selamat Menempuh Siklus Hidup yang baru
buat Mira n A Irfan”
“Barakallaahu wa baraka ‘alaika”
“Semoga menjadi keluarga yang sakinnah mawaddah wa rahmah”
Salam Sayang ^_^,
Ike ( seorang mahasiswa dan ibu rumah tangga beranak satu)
Nimas ( karyawan sebuah perusahaan)
Olint ( mahasiswa n anaknya bapak syarif)
Vika ( mahasiswa yang baru seminar n pengen nikah juga)
Maximin n Minimax Methode
Beneran..Ternyata tipe setiap orang berbeda-beda, ada orang yang ketika mempunyai suatu ide di kepalanya mereka langsung mengeluarkan dengan verbal..pintar mengutarakan argument, dan berani melakukan suatu eksperimen. Tapi ada juga orang yang mempunyai suatu konsep di otak, namun sulit untuk mengutarakan isi otak, kebanyakan mereka cenderung terlibat ke lapangan langsung dan bekerja di lapangan.
Olint juga gak habis fikir, pernah ketemu dengan beberapa orang yang setiap waktu beliau pinter aja ngomong tuh, ga habis bahan pembicaraan, mungkin orang-orang tipe ini bakalan kepake kalo terlibat dalam usaha marketing atau berhubungan lobi-melobi dengan orang or perusahaan untuk dapet project yang lumayan or menawarkan product... membuat orang yang mendengarkan or nyimak bisa tertarik or yakin dengan sesuatu yang sedang ditawarkan oleh vendor agar si customer tertarik…tapi kebanyakan juga bakat untuk seperti itu enggak diimbangi dengan keahlian jika terjun ke lapangan langsung..tapi gak semuanya ko…pada umumnya (emang olint dah survey?- yah enggak sih, ye baonk)…paling olint sih baru menemukan sample dilingkungan sekitar olint..bisa dari temen, kampus, kerjaan, or blablabla…
Orang yang pinter akan konsep, belum tentu pintar ketika ia terjun langsung ke lapangan…begitu juga sebaliknya..ada orang yang kurang bisa memanage sesuatu ketika dia diposisikan sebagai pemimpin, namun terlihat maksimal ketika masuk sebagai posisi pekerja…tapi sih ini ga ada maksud disangkut pautin dengan orang tipe NATO (No Act Talk Only)…soalnya pasti dah pada tau tipe orang seperti ini..cuman butuh bukti real dilapangan aja…
Contoh seperti BJ Habibie…beliau yang udah bergelar proffesor n diberi gelar ‘ing’ oleh orang–orang jerman atas kecerdasan akademiknya, bahkan sudah mengeluarkan suatu rumus standarisasi kaya rumus habibie (iya gitu lint? kata siapa?) ‘dianggap’ oleh Jerman n bangsa kita pun sebagai orang yang pintar dan cerdas…bagi kita mungkin orang yang pintar atau cerdas pasti punya kemampuan dan keahlian dalam kepemimpinan…Namun pada kenyataannya pendapat seperti itu belum tentu mutlak kebenarannya…Memang dalam urusan membuat pesawat dan nilai eksaknya, beliau memperoleh acungan jempol, bahkan rapotnya ketika sekolah tak pernah bosan untuk diisi oleh angka2 romawi yang paling tinggi yaitu angka sembilan. Dari seorang yang pintar dan cerdas ini ketika diposisikan sebagai presiden, banyak yang menilai bahwa kinerjanya sebagai seorang professor pembuat mesin pesawat terbang malah lebih dipuji orang dibandingkan kinerjanya dalam pembuat keputusan or decision maker ketika dihadapkan oleh persoalan bangsa..yah entah itu bidang politik seperti contoh kasus Timor-timor…(Duuh…ko jadi ngomongin Pa Habibi sih?- ga ada maksud ngomongin sih…cuman ngetikkin beliau aja..walau jujur olint sendiri kagak ngerti banget soal politik2an)..
Makannya kenapa ada manager n ada pekerja, gitu juga ada tukang becak n penumpang (loh ko nyambung ke sana?) yah soalnya kalo semua orang jadi manager aja..siapa yang bakalan ngerjain hasil idenya?..gitu juga kalo semua orang jadi pekerja suruhan aja..kalo ga ada orang yang mengkoordinir, pasti semua kerjaan bakalan berantakan n ga teratur. Yang satu mau ke ‘A’ yang satu mau ke ‘B’ makannya dibutuhkan seorang yang mengatur biar arah tujuan or visi misinya jelas…gitu juga dengan semua orang..gak semua orang kuat jika mengayuh becak..butuh keseimbangan, kekuatan otot, n minuman suplemen yang diiklanin mbah Marijan n Christ John (ga juga sih) buat nguasain alat beroda tiga tersebut..Makannya emang bener, Allah tuh menciptakan makhluknya berpasang-pasangan..(kenapa nyambung kesana lint?- yah iya lah nyambung..)…gak semuanya monoton…ada ‘Yin’ ada ‘Yang’…ada ‘langit’ ada ’bumi’, etc…Masya Allah…Keren!!
So..ga mungkin masing-masing orang harus memerankan semua peran…setiap orang punya jalannya masing-masing…punya misi hidupnya masing-masing..makannya setiap orang yang satu n yang lain sifatnya unique kaya di primary key dalam field data base…bahkan anak kembar lima pun pasti ada perbedaan. Kadang ketika diskusi ma temen juga, kenapa orang-orang barat kebanyakan sukses dalam karirnya..karena mereka punya pandangan bahwa ketika mereka mempunyai bakat dan peluang, mereka berusaha mendalami bidang tersebut..gak perlu banyak bidang..tapi cukup satu dan satu itu diperdalam…gak maruk kaya kita…ups! olint aja deh…pengennya ini or itu..ada yang nawarin project diterima, ada yang ngajak usaha tertentu hayuu..ada yang ngerekomendasiin jadi sesuatu, ga nolak…semua aja diterima…biar banyak order n pemasukkan cennah…hehe…Justru dengan banyaknya pilihan tersebut malah ternyata sangat sulit untuk kita menentukan di mana bidang yang sebenernya yang hak untuk kita…
Emangnya buat apa sih lint kita harus tau kayak ginian?..yah minimal ini usaha untuk kita dalam mengenal diri kita…dalam wilayah luarnya aja dulu…dari tingkat jasadiyah/ jasad dulu…soalnya hal ini aja sulitnya minta ampun…gimana untuk mengenal aspek dalemnya juga itu lebih-lebih…denger dari pembicaraan seseorang yang always memberi pelajaran…bahwa ukuran diri kita itu diukur oleh kesempatan dan kemampuan..Jika kesempatan sudah ada tapi kemampuan tidak dimiliki..maka jangan memaksakan diri..itu hawa nafsu namanya, begitu juga jika kemampuan sudah dimiliki namun kesempatan belum ada, jangan juga maksa-maksain diri..hawa nafsu juga..idealnya sih ketika kesempatan dan kemampuan ada dan kita miliki, maka itulah yang sebaiknya kita ambil…
Begitu juga dengan pekerjaan…misalnya kita merasa berat atau tidak memiliki kemampuan jadi seorang programmer tetapi kita memaksakan diri kita untuk mengerjakan pekerjaan itu…(sebenernya gak salah ko..) hanya saja..kita menggunakan energi maksimal kita, sampei sering kita hadapi stressing n nyiksa diri kayak lupa makan, marah-marah, sholat sering telat (astagfirullahaladziim), lemah, letih, lesu (itu mah gejala kurang darah nenk!! Ngaco!!), etc…namun ketika dihadapkan pekerjaan menjadi seorang perawat dan itu lebih nyaman, ada kepuasan ‘bathin’ dan semakin mendekatkan diri kita untuk berjalan menujuNya…yah lebih baik kita menggunakan energi minimal kita untuk menghasilkan energi maksimal kita…susah susah gampang n gampang-gampang susah…yah itulah pekerjaan awal kita…titik awal…dari tingkat jasadiyah…setelah itu baru berlanjut pada tingkat jiwa..
Karena mamah olint dah manggil-manggil dari dapur,,minta tolong masakin soup…ya udah segini aja dulu…n olint mo ke bawah dulu..
Oia…
Ketika seseorang bekerja dalam fitrah dirinya..dan beragama dalam bidangnya, maka perjalanannya akan lebih mudah dibandingkan dia memaksakan bekerja bukan dalam bidangnya…
“Man ‘Araafa Nafsahu Faqad ‘Araafa Rabbahu”
“Barang siapa yang mengenal nafs/jiwanya maka akan mengenal Rabb nya”
Bantu aku Ya Allah..untuk mengenal diriku…
Astagfirullahaladziim…
Allahualam bishawab…
wasalam
dzihni firuz
Ada Parfum dibalik Cumi
“Jangan Remehin orang!!”…kalimat yang remeh sih..tapi jangan diremehin juga nih kalimat, hehe…Maksudnya??!!...yah ini sih ngajarin diri aja dulu deh..kagak usah woro-woro ke orang lain dulu kalo diri sendiri belum nguasain ilmu kayak gini…Simple tapi menggigit...
Tanpa kita sadari…bahkan dengan sadar juga kita sering melakukan hal seperti ini…Setiap manusia diciptakan pasti dengan kekurangan dan kelebihannya..komplit satu paket…gak mungkin seorang Dao Ming Tse yang punya fisik bagus, harta banyak, n setia ama si Sancay (Gubrak!!..curiga fans berat MG nih…hehe..- tuh kagak baek loh curiga-curigaan, cuman sekedar mengamati per’film’an zaman sekarang. ;p)..semua yang diliatin yang perfect abis…yah namanya juga film… ambisi n obsesi manusia yang pengen menggapai kata ‘perfect’ (waham penilaian kita)..Pasti dibalik segala kelebihan (penilaian kita yang dilihat dari sudut luar)…pasti ada kekurangan…Tapi cenderung kita selalu melirik ke aspek itu, dibandingkan kita melihat seorang pelayan kerajaan kayak film Junggem (tapi olint juga jarang juga sih nonton film ini)..wah bukan bermaksud jadi korban sinetron nih…emang jarang nonton..tapi pas pernah sekali nonton, nih film banyak hikmah positif yang bisa diambil…bagaimana perjuangan seorang anak manusia dalam menjalani darma hidupnya, yaitu sebagai tabib…walau dari awalnya banyak ujian serta rintangan yang menghadang…dari seorang pelayan masak di dapur kerajaan..n salutnya dia mengabdikan diri untuk mempersembahkan yang terbaik untuk kerajaan..yah singkat kata…kita cenderung melihat segala sesuatu ke atas…dan cenderung menumbuhkan rasa ketidakpuasan untuk mencapai level itu…dibandingkan menumbuhkan rasa kebersyukuran kita ketika kita melihat seseorang dalam level ‘dibawah’ kita…
Ternyata di dalam setiap kehidupan seseorang banyak pelajaran yang kita ambil…tapi satu penyakit yang terkadang datang..yaitu kita selalu meremehkan orang lain yang mengatasnamakan level, kedudukan, kecerdasan, fisik, etc…
Jangan bilang ‘aku seorang juragan minyak kelapa’ merasa lebih pantas untuk diambil pengalamannya dibandingkan ‘dia seorang pemanjat dan pemetik kelapa’…tanpa dia, aku tak bisa jadi juragan….tanpa bawahan, kita bukanlah apa-apa..(itu kalo dilihat dari profesi)..tapi sebenernya 'semua manusia itu sama'…apalah artinya derajat jika kita menilainya dengan menggunakan pemikiran kita akan sebuah kedudukan…yang membedakan hanyalah ketaqwaan kita dihadapanNya…
Jangan sekedar melihat Koran hanya sebagai bungkus kacang…tapi dibalik selembar Koran..terbentang informasi yang akan menambah wawasan berfikir kita…Hiruplah wanginya Parfum dibalik satu kuintal cumi dan udang (waduh!!...pengandaian yang sangat tidak realistis lint..hehe)..yah maksud olint…masih banyak pelajaran yang sangat berharga dalam setiap kehidupan manusia…tapi kita sering melihat dari kaca mata miris kita terhadap orang-orang yang tak masuk dalam jangkauan penglihatan kita…kita hanya melihat bintang di atas sana, tapi kita menyadari bahwa kita tidur di atas ilalang yang sering kita injak-injaki…
Astagfirullahaladziim…
Ps:…Terima kasih buat bapak tua penunggang kuda dari Lembang…inspirasi dari kemurahanmu lebih berharga dari sekedar buah tomat…. …Hatur Nuhun…
wasalam
dzihni firuz